Dengan ungkapan lain,

silahkan bandingkan secara lengkap fitur dan harga antara bank syariah
dengan bank konvensional. mau yang keliatan murah di awal, tapi "bunga
sewaktu-waktu bisa berubah", atau yang mahalan dikit tapi pasti.

Tapi maklum pak Ali, konsumen kan lebih mudah membandingkan harga daripada
fitur. Jelasin fitur butuh mulut berbusa, kalau banting harga cukup
bandingin angka. Makanya, barang China yang murah laris manis walau dipakai
sebentar rusak.

Lebih bagus lagi sih kalau bank syariah bisa lebih bagus dan lebih murah,
insya Alloh target pangsa aset 5% cepat tercapai.

------
Muhamad Said Fathurrohman
Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga
id.linkedin.com/in/msaidf


2010/4/20 ali <[email protected]>

>
>
> Salam rekan-rekan milis MES Yth,
>
> Menurut saya yg sudah lama mengamati praktek bank syariah di tanah air,
> anggota masyarakat baik kalangan akademisi,pengamat maupun kalangan
> pengusaha yg masih membandingkan pricing bank syariah dg bank konvensional
> merupakan suatu hal yg menandakan pola berfikir (mindset) yg belum terlepas
> dari system bunga.
>
> Merupakan suatu yg tidak adil membandingkan antara pricing bank syariah dan
> bank konvensional karena keduanya mempunyai filosofi yg berbeda.
>
> Pada tulisan-tulisan artikel saya yg lalu saya sudah menceritakan bagaimana
> system bunga membuat kalangan pengusaha tidak bisa merencanakan keuangannya
> dg baik karena dihantui dg kenaikan suku bunga pinjaman yg tiba-tiba tinggi
> (padahal pada saat akad kredit suku bunga yg dikenakan rendah), yg
> pengaruhnya kepada kenaikan pembayaran angsuran ke bank konvensional. Hal
> ini yg diakibatkan oleh terjadinya krisis ekonomi seperti pada kejadian
> krisis tahun 1998 dan krisis global th 2008 lalu.
>
> Coba bandingkan dg system bank syariah apakah diperbolehkan menaikkan harga
> jual yg telah disepakati pada saat akad, pada saat terjadinya krisis tsb ?
> tentu saja tidak boleh bukan ? Inilah yg menyebabkan beberapa pengusaha yg
> mulai mengerti system perbankan syariah mulai mengalihkan pinjamannya ke
> bank syariah, karena menginginkan perencanaan keuangan yg lebih baik.
>
> Perbankan syariah sudah banyak yg berdiri, alangkah bijaksananya kalau kita
> mau membandingkan pricing itu adalah antara bank syariah yg satu dg bank
> syariah lain jangan membandingkan pricing bank konvensional.
>
> Mohon Maaf Atas Segala Kekurangan,
> Salam Ukhuwah
>
> Alihozi http://alihozi77.blogspot.com
>
> --- In [email protected] <ekonomi-syariah%40yahoogroups.com>,
> A Nizami <nizam...@...> wrote:
> >
> > Wa'alaikum salam wr wb,
> >
> > Ada alasan Allah kenapa mengharamkan riba. Karena riba itu memberatkan
> sang peminjam. Bahkan bisa berlipat ganda seperti rentenir:
> >
> > "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan
> berlipat ganda..." [Ali 'Imran 130]
> >
> > Sebaliknya Allah menghalalkan sedekah karena memudahkan bagi si peminjam:
> >
> >
> http://media-islam.or.id/2007/09/26/bank-syariah-harusnya-mempermudah-rahmatan-lil-alamiin
> > †Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah
> tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua
> utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.†[Al Baqarah:280]
> >
> > †Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah…†[Al Baqarah:276]
> >
> > Jadi paradigma Syariah harus mahal dan Riba harus murah itu adalah
> paradigma yang keliru.
> >
> > Orang pinjam uang itu umumnya dalam kesulitan. Oleh karena itulah
> riba/pinjaman yang bertambah (riba=tambahan dari pokok pinjaman) yang bisa
> berlipat ganda dan menyusahkan peminjam diharamkan. Sebaliknya sedekah
> (pinjaman 0% atau bahkan ada diskonnya) yang memudahkan justru dianjurkan.
> >
> > Kalau Syariah ada tambahan (riba) yang lebih besar/memberatkan ketimbang
> riba itu sendiri (meski namanya bukan riba/bunga), maka ada sesuatu yang
> salah dan harus diperbaiki.
> >
> > Meski para ulama mengeluarkan fatwa riba itu haram, namun jika bank
> syariah memberi pinjaman "non riba" tapi dengan tambahan (riba) yang
> memberatkan masyarakat, niscaya masyarakat jadi menjauh dari Bank Syari'ah
> dan ulama yang mendukung Bank "Syariah" itu bisa kehilangan kredibilitasnya
> di mata ummat.
> >
> > Namun saya lihat beberapa Bank Syari'ah seperti (maaf bukan iklan) BSM
> sudah lebih kompetitif dibanding Bank Konvensional. Semoga Bank2 Syariah
> lain bisa lebih baik lagi sehingga timbul kecintaan masyarakat kepada Bank2
> Syariah.
> >
> >
> > ===
> >
> > Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
> >
> > http://media-islam.or.id
> >
> > Milis Ekonomi Nasional: 
> > [email protected]<ekonomi-nasional-subscribe%40yahoogroups.com>
> >
> > Belajar Islam via SMS:
> >
> >
> http://media-islam.or.id/2008/01/14/dakwah-syiar-islam-lewat-sms-mobile-phone
> >
> > --- Pada Ming, 18/4/10, firmanjatn...@... <firmanjatn...@...> menulis:
> >
> > Dari: firmanjatn...@... <firmanjatn...@...>
> > Judul: Re: {FoSSEI} Re: [ekonomi-syariah] Kenapa Bank Syariah Lebih
> Mahal?
> > Kepada: [email protected]<ekonomi-syariah%40yahoogroups.com>,
> [email protected] <fossei%40yahoogroups.com>
> > Tanggal: Minggu, 18 April, 2010, 8:35 PM
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Â
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Assalam bapak - ibu, menurut saya tinggi rendahnya margin bank syariah
> (mahal murahnya margin) merupakan konsekuensi logis dari skala ekonomis bank
> syariah yang masih kecil dibandingkan skala ekonomis bank konvensional.
> >
> > Dengan asset bank syariah max Rp24T dibandingkan asset bank konvensional
> yg Rp358T maka bank syariah (6,7%) bertindak sbg price taker jika tetap
> ingin bertahan di bisnis.
> > Wassalam, firman
> >
> >
> > Sent from my BlackBerry®
> > powered by Sinyal Kuat INDOSATFrom: hanif acep <hanifa...@yahoo. com>
> > Date: Fri, 16 Apr 2010 09:35:20 +0800 (SGT)To: <[email protected]>; 
> > <ekonomi-syar...@yahoogroups. com>Subject: Re: {FoSSEI} Re: 
> > [ekonomi-syariah] Kenapa Bank
> Syariah Lebih Mahal?
> >
> > Â
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Seringkali kita dan masyarakat menghubungkan halal-haram dan murah-mahal.
> ..kalau murah berarti halal, sedangkan kalau mahal berarti haram...sebuah
> kekeliruan logika yang fatal...Jual beli dengan untung 100% itu halal
> sedangkan riba dengan 0.001 % itu haram...
> > masalahnya Fiqh punya logika sendiri, sedangkan bisnis (dalam hal ini
> bank) mempunyai logika sendiri...Bank Syariah adalah hasil diskursus,
> seminar, ijtihad ulama kontemporer untuk mempertemukan keduanya...
> > Â
> > Saya lebih sepakat dengan akhuna Irfan Sayqi Beik yang menulis di majalah
> Hidayatullah, bahwa ini berkaitan dengan Wasail(sarana) dan Maqashid(Tujuan)
> ...analoginya Sholat adalah mencegah perbuatan keji dan mungkar...Apabila
> kita memisahkan Wasail dengan maqashid itu mengakibatkan kekeliruan amal
> yang luar biasa.... Tetapi Wasail yang tidak menghasilkan Maqashid akan
> kehilangan ruhnya...
> > Â
> > Kita berharap banyak Bank Syariah akan menjadi instrumen keadilan
> Ekonomi, pemerataan kesejahteraan, pertumbuhan ekonomi dst...Saya kira itu
> PR kita bersama menghadirkan lembaga ekonomi syariah yang bisa dibanggakan
> umat Islam.
> > Â
> > Â
> >
> > Â
> > Â
> >
> > --- Pada Kam, 15/4/10, siti darojah <darojah...@yahoo. com> menulis:
> >
> >
> > Dari: siti darojah <darojah...@yahoo. com>
> > Judul: Re: {FoSSEI} Re: [ekonomi-syariah] Kenapa Bank Syariah Lebih
> Mahal?
> > Kepada: fos...@yahoogroups. com, ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
> > Tanggal: Kamis, 15 April, 2010, 2:52 AM
> >
> >
> > Â
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > Â
> > 1. Mengapa dikatakan bunga di bank syariah mahal? Apakah yang mengatakan
> itu pernah mengajukan pembiayaan di bank syariah atau hanya mendengar dari
> pihak lain? Margin atau nisbah adalah hasil kesepakatan. Saya pribadi
> sewaktu jadi wartawan pernah mengajukan pembiayaan ke BSM dan Muamalat.
> Biasa saja tuh. Sama saja dengan ketika saya ke  bank konvensional, BRI dan
> Bukopin. Saya pernah jadi nasabah pembiayaan keempat bank tersebut.
> > 2. Sampai sekarang pun, keluarga saya (kakak dan adik)Â masih punya
> pembiayaan di beberapa bank syariah dan nonsyariah untuk pengembangan usaha.
> Keluarga kami masih punya utang di bank swasta terbesar, bank BUMN terbesar,
> dan bank syariah juga. Marginnya sama-sama aja. Paling selisih
> sedikit. Tidak terlalu terasa kalau untuk kami yang bergerak di bidang
> usaha. Kebetulan kalau untuk akad kredit, saya sering ikut karena nama saya
> dicantumkan sebagai salah satu Direktur. Meskipun aslinya, saya adalah
> wartawan.
> > 3. Bahkan saya pernah berhubungan dengan unit usaha syariah salah satu
> bank. Itulah pertama kali kami berhubungan dengan bank syariah. Waktu itu,
> ajaib karena ketika kami hendak memberi uang tips setelah kredit kami cair,
> petugas marketing bank menolak. padahal itu praktik lazim di bank
> konvensional. Bagi kami di dunia usaha, itu juga masih biasa.
> > 4. Jadi kesimpulannya, masuklah ke sebuah lembaga dengan kepala kosong
> dari prasangka. Kami datang saja mengajukan pembiayaan tanpa
> menghitung-hitung ini bank syariah atau bukan. Waktu itu, kami berpikir
> ingin coba-coba saja, selain karena saya juga mulai jadi wartawan di
> ekonomi syariah. Karena sudah biasa usaha, kami sudah tahu ancer-ancer
> margin di bank. Kalau kemahalan ya di nego saja... Malah di bank syariah
> saya pernah minta diskon margin saat pembiayaan sudah di tengah jalan dan
> dikabulkan.. .I
> > Â
> > Alhamdulillah usaha kami tetap jalan, meski masih harus melunasi banyak
> utang di bank. That's life.
> > Â
> > Ini benar-benar pengalaman pribadi
> > enci siti darojah
> >
> >
> > --- On Wed, 4/14/10, Ahmad Ifham <ahmadif...@yahoo. com> wrote:
> >
> >
> > From: Ahmad Ifham <ahmadif...@yahoo. com>
> > Subject: {FoSSEI} Re: [ekonomi-syariah] Kenapa Bank Syariah Lebih Mahal?
> > To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
> > Cc: fos...@yahoogroups. com
> > Date: Wednesday, April 14, 2010, 8:43 PM
> >
> >
> > Â
> >
> >
> >
> > Menurut saya, hal itu terjadi karena:
> > 1. Edukasi kurang. Penggiat bank syariah harusnya proaktif dan kompak.
> > 2. Ekspektasi mereka atas janji bahwa syariah lebih adil dan
> menguntungkan.
> > 3. [Sebagian besar] masyarakat ber-bank adalah mencari kemudahan dan
> keuntungan. Bukan halal/haram.
> > Â
> > Usul:
> > Optimalkan potensi conventional media juga social media, agar biaya
> edukasi bisa ditekan. Optimalkan fungsi Marketing Public Relations (MPR).
> Mungkin sebagian menganggap MPR itu akal2an aja. Padahal syarat MPR berhasil
> adalah berdasar fakta yang kredibel. Saya yakin banyak ahli MPR yang siap
> bantu syariah, asal industri ini serius dan konsisten. Mungkin di beberapa
> bank syariah sudah ada fungsi ini.
> > Yang terpenting dari membesarkan industri syariah adalah semua lembaga
> keuangan syariah profit non profit kompak. Saya masih yakin bahwa masyarakat
> muslim masih bisa diarahkan agar mau menggunakan sistem ekonomi syariah
> (termasuk bank), adalah karena alasan halal. So, mahal pun gak masalah. Isu
> halal/haram ini masih dominan, karena kalo mau head to head kasih layanan
> prima ke masyarakat, akan kalah jauh dibanding konvensional.
> > Â
> > Regards,
> > Ahmad Ifham Sholihin
> > Â
> >
> >
> >
> >
> > From: Irwan <irwansi...@yahoo. com>
> > To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
> > Sent: Wed, April 14, 2010 10:58:37 PM
> > Subject: [ekonomi-syariah] Kenapa Bank Syariah Lebih Mahal?
> >
> > Â
> >
> > Banyak Orang ketika melihat brosur pinjaman modal usaha/pembiayaan
> syariah lainnya banyak yang mengeluh:
> > 1. "Loh Kok Ini lebih Mahal dari Bank Konvensional? "
> > 2. "Kok Bunga di Bank Syariah lebih besar?"
> > 3. dll
> > Kenapa Begitu y?
> > Kok bisa pernyataan ini bisa terucap?
> > ada yang bisa kasih wejangan?
> > atau kenapa y pernyataan kedua bisa terucap seperti itu y?
> >
> >
> >
> >
> >
> > Lebih aman saat online.
> > Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan
> untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!
> >
>
>  
>

Kirim email ke