Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

Jadi mirip anekdot ayam dan telur duluan mana. Pricing harus murah biar
dapat banyak nasabah, sebaliknya harus dapat nasabah banyak agar cost rendah
dan pricing bisa murah.

Kalau harus customer dulu yang inisiatif mau beli barang mahal agar suatu
saat bisa murah, sepertinya sulit pak Ali. Mau tidak mau harus bank syariah
yang inisiatif turunin harga sambil tawarkan produk bermutu, agar bisa dapat
skala bisnis yang efisien dan kompetitif.

Perusahaan kecil hanya bisa menaklukkan raksasa jika punya produk yang
unggul mutlak. Kalau produknya cuma rata-rata, perusahaan kecil hanya bisa
dapat ceruk pasar.

Bagaimanapun, saya cuma bisa berteori pak Ali. Saya juga belum tahu
persisnya produk bank syariah seperti apa yang bisa unggul mutlak melawan
produk bank konvensional.

Sekedar curah gagasan saja, gimana kalau bank syariah pakai strategi paket
hemat seperti penerbangan murah yang muncul belakangan ini. Bank syariah
mungkin bisa efisiensi dari segi tampilan fisik (bangunan, kursi, dll -
setau saya biasanya bank cukup jor-joran soal ini), promosi, fasilitas
pimpinan, dll. Apapun cara yang bisa dilakukan agar spread imbal pendanaan
dan pembiayaan bank syariah bisa lebih rendah daripada bank konvensional.
Jadi kalau bisa di produk pendanaan, equivalent rate bisa 1-2% lebih tinggi,
tapi di pembiayaan bisa 1-2% lebih rendah.

Mungkin pak Ali punya pandangan lain tentang ide itu, apakah terlalu sulit
untuk menerapkan strategi itu, atau respon nasabah tidak akan terlalu besar
terhadap keunggulan pricing itu?

Wassalaamu'alaikum Wr. Wb.

------
Muhamad Said Fathurrohman
Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga
id.linkedin.com/in/msaidf


2010/4/23 ali <[email protected]>

>
>
> Salam rekan-rekan milis MES Yth,
>
> Terimakasih Pak Fathurrohman atas commentnya, kalau boleh saya analogikan
> kondisi bank syariah sekarang ini seperti warung-warung kecil melawan
> perusahaan retail raksasa seperti minimarket atau hypermarket, yaitu pricing
> bank syariah pada saat start awalnya memang agak lebih mahal selain karena
> filosofinya berbeda juga karena komposisi penguasaan dana murah tabungan
> masyarakat menurut majalah Infobank 70% adalah dikuasai oleh 2 bank
> konvensional papan atas.
>
> Jadi, kalau bank syariah mau pricingnya murah dari awal harus mendapatkan
> dukungan dari masyarakat Islam Indonesia agar mau menaruh dananya di bank
> syariah bukan di bank konvensional, karena banyak anggota masyarakat Islam
> yg mengkritik pricing pembiayaan bank syariah tapi perbuatannya yaitu
> menabungnya di bank konvensional.
>
> Ada suatu hal yg terpenting yg harus terus menerus diberikan adalah
> memberikan edukasi kepada kalangan masyarakat mengenai keunggulan konsep
> pembiayaan bank syariah dibandingkan dg konsep kredit bank konvensional dg
> system bunganya yaitu walaupun mungkin pricing bank syariah agak mahal pada
> start awalnya tapi tidak seperti di bank konvensional yg berfluktuatif
> tinggi.
>
> Masih banyak sekali anggota masyarakat khususnya kalangan pengusaha yg
> belum mengerti akan hal tsb , mereka banyak yg terjebak pada tingkat suku
> bunga rendah pada saat pengajuan awal kredit di bank konvensional baik untuk
> modal kerja usaha ataupun untuk Konsumtif seperti KPR, setelah berjalan 1
> atau 2 tahun tiba-tiba tingkat suku bungan naik tinggi tidak terduga,
> akibatnya seringkali terjadi kredit macet.
>
> Kalau mau bukti, silahkan saja seraching di google keluhan-keluhan anggota
> masyarakat yg terjebak bunga tinggi kpr bank konvensional.
>
> Bukti lain yitu pada tahun 1998, saya bekerja di salah satu perusahaan
> retail market terbesar di Indonesia karena kenaikkan tingkat suku bunga
> pinjaman s/d 70% maka perusahaan retail tsb harus rela diambil alih oleh
> bank konvensional.
>
> Masalah target pangsa pasar 5% untuk bank syariah, menurut pendapat saya
> pribadi tidak perlu terburu-buru yg harus didahulukan adalah menjaga produk
> - produk bank syariah baik tabungan maupun pembiayaannya agar tetap sesuai
> dg koridor syariah, jangan sampai terburu-buru mengejar target 5% ternyata
> konsepnya s/d bank konvensional, misalnya dg seenaknya merubah pricing harga
> jual yg sudah disepakati di awal akad pembiayaan atau mengenakan denda
> keterlambatan yg sangat memberatkan bagi si peminjam.
>
> Demikian, mohon maaf atas segala kekurangan.
>
> Salam Ukhuwah
>
> Alihozi http://alihozi77.blogspot.com
>
> --- In [email protected] <ekonomi-syariah%40yahoogroups.com>,
> M Said Fathurrohman <muh.s...@...> wrote:
> >
> > Dengan ungkapan lain,
> >
> > silahkan bandingkan secara lengkap fitur dan harga antara bank syariah
> > dengan bank konvensional. mau yang keliatan murah di awal, tapi "bunga
> > sewaktu-waktu bisa berubah", atau yang mahalan dikit tapi pasti.
> >
> > Tapi maklum pak Ali, konsumen kan lebih mudah membandingkan harga
> daripada
> > fitur. Jelasin fitur butuh mulut berbusa, kalau banting harga cukup
> > bandingin angka. Makanya, barang China yang murah laris manis walau
> dipakai
> > sebentar rusak.
> >
> > Lebih bagus lagi sih kalau bank syariah bisa lebih bagus dan lebih murah,
> > insya Alloh target pangsa aset 5% cepat tercapai.
> >
> > ------
> > Muhamad Said Fathurrohman
> > Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga
> > id.linkedin.com/in/msaidf
> >
> >
> > 2010/4/20 ali <ali.h...@...>
>
> >
> > >
> > >
> > > Salam rekan-rekan milis MES Yth,
> > >
> > > Menurut saya yg sudah lama mengamati praktek bank syariah di tanah air,
> > > anggota masyarakat baik kalangan akademisi,pengamat maupun kalangan
> > > pengusaha yg masih membandingkan pricing bank syariah dg bank
> konvensional
> > > merupakan suatu hal yg menandakan pola berfikir (mindset) yg belum
> terlepas
> > > dari system bunga.
> > >
> > > Merupakan suatu yg tidak adil membandingkan antara pricing bank syariah
> dan
> > > bank konvensional karena keduanya mempunyai filosofi yg berbeda.
> > >
> > > Pada tulisan-tulisan artikel saya yg lalu saya sudah menceritakan
> bagaimana
> > > system bunga membuat kalangan pengusaha tidak bisa merencanakan
> keuangannya
> > > dg baik karena dihantui dg kenaikan suku bunga pinjaman yg tiba-tiba
> tinggi
> > > (padahal pada saat akad kredit suku bunga yg dikenakan rendah), yg
> > > pengaruhnya kepada kenaikan pembayaran angsuran ke bank konvensional.
> Hal
> > > ini yg diakibatkan oleh terjadinya krisis ekonomi seperti pada kejadian
> > > krisis tahun 1998 dan krisis global th 2008 lalu.
> > >
> > > Coba bandingkan dg system bank syariah apakah diperbolehkan menaikkan
> harga
> > > jual yg telah disepakati pada saat akad, pada saat terjadinya krisis
> tsb ?
> > > tentu saja tidak boleh bukan ? Inilah yg menyebabkan beberapa pengusaha
> yg
> > > mulai mengerti system perbankan syariah mulai mengalihkan pinjamannya
> ke
> > > bank syariah, karena menginginkan perencanaan keuangan yg lebih baik.
> > >
> > > Perbankan syariah sudah banyak yg berdiri, alangkah bijaksananya kalau
> kita
> > > mau membandingkan pricing itu adalah antara bank syariah yg satu dg
> bank
> > > syariah lain jangan membandingkan pricing bank konvensional.
> > >
> > > Mohon Maaf Atas Segala Kekurangan,
> > > Salam Ukhuwah
> > >
> > > Alihozi http://alihozi77.blogspot.com
> > >
>
>  
>

Kirim email ke