Masalah utamanya bukan itu. Masalahnya adalah biaya dana (cost of fund) yang mau ga mau bank syariah masih harus di-drive oleh pasar konvensional.
Tlg baca dulu tulisan saya sebelumnya. Salam Kindy Miftah Pengamat & Praktisi Perbankan Syariah --- In [email protected], noven suprayogi <mujahidmud...@...> wrote: > > Sebenarnya untuk masalah pricing bank syariah yang lebih mahal daripada bank > konven perlu dilakukan evaluasi secara komprehensif, artinya jangan sampai > hanya pihak konsumen (masyarakat) yang dipersalahkan saja, tetapi pihak bank > syariah perlu melakukan evaluasi secara komprehensif kenapa pricingnya lebih > mahal. Kalau saya berpikir sederhana saja bahwa pricing bank syariah lebih > mahal karena biaya operasionalnya masih tinggi, selama ini benchmarkingnya > biaya operasionalnya ke bank konven, banyak biaya2 di bank yang terlalu > bermewah atau berlebihan, sehingga perlu manajemen bank syariah melakukan > evaluasi atas biaya2 operasionalnya. Evaluasi lain kenapa bank syariah tidak > memegang prinsip "sedikit-sedikit asal banyak" artinya ambil untung sedikit > supaya yg beli banyak,,,karena bank syariah itu secara filosofi adalah jualan > barang, sewa barang, dan bagi hasil. Harusnya ada benchmark biaya operasional > yang wajar bagi bank syariah agar biaya operasionalnya > lebih wajar dan efesien > > > > > > ________________________________ > From: ali <ali.h...@...> > To: [email protected] > Sent: Friday, April 23, 2010 6:13:11 > Subject: [ekonomi-syariah] Re: Kritik Membandingkan Pricing Bank Syariah dg > Pricing Bank Konvensional > > > Salam rekan-rekan milis MES Yth, > > Terimakasih Pak Fathurrohman atas commentnya, kalau boleh saya analogikan > kondisi bank syariah sekarang ini seperti warung-warung kecil melawan > perusahaan retail raksasa seperti minimarket atau hypermarket, yaitu pricing > bank syariah pada saat start awalnya memang agak lebih mahal selain karena > filosofinya berbeda juga karena komposisi penguasaan dana murah tabungan > masyarakat menurut majalah Infobank 70% adalah dikuasai oleh 2 bank > konvensional papan atas. > > Jadi, kalau bank syariah mau pricingnya murah dari awal harus mendapatkan > dukungan dari masyarakat Islam Indonesia agar mau menaruh dananya di bank > syariah bukan di bank konvensional, karena banyak anggota masyarakat Islam yg > mengkritik pricing pembiayaan bank syariah tapi perbuatannya yaitu > menabungnya di bank konvensional. > > Ada suatu hal yg terpenting yg harus terus menerus diberikan adalah > memberikan edukasi kepada kalangan masyarakat mengenai keunggulan konsep > pembiayaan bank syariah dibandingkan dg konsep kredit bank konvensional dg > system bunganya yaitu walaupun mungkin pricing bank syariah agak mahal pada > start awalnya tapi tidak seperti di bank konvensional yg berfluktuatif tinggi. > > Masih banyak sekali anggota masyarakat khususnya kalangan pengusaha yg belum > mengerti akan hal tsb , mereka banyak yg terjebak pada tingkat suku bunga > rendah pada saat pengajuan awal kredit di bank konvensional baik untuk modal > kerja usaha ataupun untuk Konsumtif seperti KPR, setelah berjalan 1 atau 2 > tahun tiba-tiba tingkat suku bungan naik tinggi tidak terduga, akibatnya > seringkali terjadi kredit macet. > > Kalau mau bukti, silahkan saja seraching di google keluhan-keluhan anggota > masyarakat yg terjebak bunga tinggi kpr bank konvensional. > > Bukti lain yitu pada tahun 1998, saya bekerja di salah satu perusahaan retail > market terbesar di Indonesia karena kenaikkan tingkat suku bunga pinjaman s/d > 70% maka perusahaan retail tsb harus rela diambil alih oleh bank konvensional. > > Masalah target pangsa pasar 5% untuk bank syariah, menurut pendapat saya > pribadi tidak perlu terburu-buru yg harus didahulukan adalah menjaga produk - > produk bank syariah baik tabungan maupun pembiayaannya agar tetap sesuai dg > koridor syariah, jangan sampai terburu-buru mengejar target 5% ternyata > konsepnya s/d bank konvensional, misalnya dg seenaknya merubah pricing harga > jual yg sudah disepakati di awal akad pembiayaan atau mengenakan denda > keterlambatan yg sangat memberatkan bagi si peminjam. > > Demikian, mohon maaf atas segala kekurangan. > Salam Ukhuwah > > Alihozi http://alihozi77. blogspot. com > > --- In ekonomi-syariah@ yahoogroups. com, M Said Fathurrohman <muh.said@ .> > wrote: > > > > Dengan ungkapan lain, > > > > silahkan bandingkan secara lengkap fitur dan harga antara bank syariah > > dengan bank konvensional. mau yang keliatan murah di awal, tapi "bunga > > sewaktu-waktu bisa berubah", atau yang mahalan dikit tapi pasti. > > > > Tapi maklum pak Ali, konsumen kan lebih mudah membandingkan harga daripada > > fitur. Jelasin fitur butuh mulut berbusa, kalau banting harga cukup > > bandingin angka. Makanya, barang China yang murah laris manis walau dipakai > > sebentar rusak. > > > > Lebih bagus lagi sih kalau bank syariah bisa lebih bagus dan lebih murah, > > insya Alloh target pangsa aset 5% cepat tercapai. > > > > ------ > > Muhamad Said Fathurrohman > > Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga > > id.linkedin. com/in/msaidf > > > > > > 2010/4/20 ali <ali.hozi@ .> > > > > > > > > > > > Salam rekan-rekan milis MES Yth, > > > > > > Menurut saya yg sudah lama mengamati praktek bank syariah di tanah air, > > > anggota masyarakat baik kalangan akademisi,pengamat maupun kalangan > > > pengusaha yg masih membandingkan pricing bank syariah dg bank konvensional > > > merupakan suatu hal yg menandakan pola berfikir (mindset) yg belum > > > terlepas > > > dari system bunga. > > > > > > Merupakan suatu yg tidak adil membandingkan antara pricing bank syariah > > > dan > > > bank konvensional karena keduanya mempunyai filosofi yg berbeda. > > > > > > Pada tulisan-tulisan artikel saya yg lalu saya sudah menceritakan > > > bagaimana > > > system bunga membuat kalangan pengusaha tidak bisa merencanakan > > > keuangannya > > > dg baik karena dihantui dg kenaikan suku bunga pinjaman yg tiba-tiba > > > tinggi > > > (padahal pada saat akad kredit suku bunga yg dikenakan rendah), yg > > > pengaruhnya kepada kenaikan pembayaran angsuran ke bank konvensional. Hal > > > ini yg diakibatkan oleh terjadinya krisis ekonomi seperti pada kejadian > > > krisis tahun 1998 dan krisis global th 2008 lalu. > > > > > > Coba bandingkan dg system bank syariah apakah diperbolehkan menaikkan > > > harga > > > jual yg telah disepakati pada saat akad, pada saat terjadinya krisis tsb ? > > > tentu saja tidak boleh bukan ? Inilah yg menyebabkan beberapa pengusaha yg > > > mulai mengerti system perbankan syariah mulai mengalihkan pinjamannya ke > > > bank syariah, karena menginginkan perencanaan keuangan yg lebih baik. > > > > > > Perbankan syariah sudah banyak yg berdiri, alangkah bijaksananya kalau > > > kita > > > mau membandingkan pricing itu adalah antara bank syariah yg satu dg bank > > > syariah lain jangan membandingkan pricing bank konvensional. > > > > > > Mohon Maaf Atas Segala Kekurangan, > > > Salam Ukhuwah > > > > > > Alihozi http://alihozi77. blogspot. com > > > >
