Saya setuju sekali... Terutama untuk mengkaji masalah-masalah akutual yang perlu disikapi segera. Sebab jika menunggu sebuah buku keluar untuk menjadi sumber rujukan kadang terlalu lama dan agak 'terlambat'. Namun kalau boleh usul, topiknya jangan melulu tentang pasar uang, perbankan dan lembaga-lembaga keuangan syariah saja; Seyogyanya juga didiskusikan pemecahan masalah-masalah yang berakar pada pengangguran dan kemiskinan, serta masalah sosial-ekonomi lainnya.
Wass., Susy Sanie-Herman ________________________________ From: LENI HARTATI <[email protected]> To: [email protected] Sent: Sun, May 16, 2010 11:00:43 PM Subject: Re: [ekonomi-syariah] Diskusi Muamalah Setuju banget, atas idenya. Kita perlu mendalami doktrin dan pemikiran fiqh para ulama dalam banyak kasus muamalah, serta metodologi mereka dalam penerapan teori ushul fiqh dan maqashid terhadap kasus dan bagaimana analisis-analisis mereka. Ilmu - ilmu syariah ini begitu penting digali dari sumbernya. Jadi perlu Lembaga Riset yang Spesifik, dan training dosen-dosen ekonomi Islam tentang metodologi ilmu-ilmu syariah secara komprehensif. Kegiatan MES yang menggelar training tersebut sudah merupakan embrio pengembangan kajian akademis yang harus digalakkan bagi ilmuwan dan praktisi ekonomi syariah. Di indonesia, belum ada lembaga riset muamalah yang fokus, Kalau perlu dibuat simposium muamalah setiap tahun.Sekian. wassalam Pada tanggal 16/05/10, Diyanti Yanti <saya_diyanti@ yahoo.co. id> menulis: >Assalamu’alaikum. wr.wb… >Para ikhwan dan akhawat peserta milis, saya lihat diskusi tentang murabahah >emas, tawarruq emas, gadai emas, qiradh emas, kebun emas, sangat menarik dan >menyita perhatian public. Dialog dan diskusi itu, perlu terus dikembangkan, >tapi hendaknya bukan hanya berdasarkan, pikiran pribadi, logika dan dugaan. >Saya usul, perlu tambahan kajian akademis yang berdasarkan referensi para >ulama atau intelektual muslim sepanjang sejarah. Untuk mengkajinya, diperlukan >keahlian ushul fiqh ekonomi yang mendalam dan pengetahuan fiqh muamalah yang >luas.Saya punya usul, kita buat forumnya, Para sarjana yang tidak memiliki >akses langsung ke kitab kitab ekonomi Islam, perlu belajar atau berdiskusi >langsung dengan pakar ekonomi yang ahli syariah. Di milis ini kan ada pakar >training fiqh muamalah tingkat advance, yang ilmunya sangat luas, karena >mereka mendalami ribuan turast dan referensi ushul fiqh dan fiqh muamalah >serta ekonomi Islam. Saya dengar wawasan dan ilmunya sangat dalam, Topik kajian seperti spekulasi, pada emas, komoditi dan saham, perlu kita tanyakan pada beliau. Saya pernah dengar, darinya, bahwa tidak semua spekulasi dilarang, ada yg halal, makruh dan halal. Begitu pula tawarruq, ada yang dilarang ada pula yang dibolehkan.tergantu ng kasusnya. Hedging dengan swap atau forward dalam kasus tertentu bisa dibenarkan. Begitu pula Commodity Murabahah, ada yang boleh dan ada yang haram.Ya saya usul kita buat forum ilmiah. Menurut Pak Agustianto, untuk musyarakah mutanaqishah, ada 12 model, Ini membutuhkan kajian implementatif, baik secara legal maupun accuounting. Untuk produk emas, menurutnya ada 6 alternatif model,Untuk design kartu kredit ada 8 alternatif pilihan design kontak, Untuk menjawab semua itu diperlukan pisau analisis berupa ilmu ushul fiqh, maqashi, fiqh muamalah, dan tarikh tasyri. Tanpa perangkat ilmu itu, maka diskusi diskusi akan kering dari studi ulama terdahulu dan kontemporer. Sekian >wassalamu’alaikum wr. wb >
