Sayang sekali saya tidak menonton tayangan tv yang menampilkan Gubernur Baru Bank Indonesia. Kalau ini benar, berapa yang akan diberikan kepada para pengamen? Lalu uang coin kita mau kita kemanakan kemudian????
dharma ---------- Forwarded message ---------- From: HMT Oppusunggu <[email protected]> Date: 2010/8/3 Subject: To: Presiden SBY <[email protected]>, Presiden Yudhoyono <[email protected]>, MenKeu Dpt Keuangan <[email protected]>, [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], "Pres.Dr Soesilo Yudhoyono" < [email protected]>, [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], KADIN <[email protected]>, Kwik Kian Gie < [email protected]>, Sri-Edi Swasono <[email protected]>, Gubernur Bank Indonesia <[email protected]>, Komisi korupsi <[email protected]>, [email protected], [email protected] Cc: [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], Aristides Katoppo <[email protected]>, [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected] Dalam tayangan TV kemarin malam -2 Juli 2010- kita dikejutkan oleh Darmin Nasution, yang berencana bahwa semua uang yang sudah dikeluarkan BI akan *'dipotong 1000': uang Rp 100 000 akan menjadi Rp 100 saja, dll.* ... tapi uang recekan diapain? Ini suatu tindakan gila dan membabi buta belaka. Sewaktu di zaman Soekarno, Gubernur BI Syafrudin Prawiranegara memotong uang Rp 100 000 menjadi Rp 100, hanyalah karena run away inflation naik sesukanya 600-800%, sebagai akibat dari belanja negara yang dilakukan dengan pencetakan uang saja hingga menaikkan harga semaunya. Bedanya antara Syafrudin dan Darmin, hanyalah karena Syafrudin memang ahli-moneter walaupun latar belakangnya pendidikan SH, sedang Darmin sama sekali buta-huruf saja mengenai teori moneter dan ke-Bank Sentral-an, walaupun ijazahnya dari Sorbonne, Paris. Pada zaman Syafrudin, begitu cepatnya peredaran uang, hingga timbul kecenderungan kuat *untuk tidak memegang cash*, tapi lari ke barang hingga harga barang membubung terus. Sekarang pada zaman Darmin, tidak ada inflasi dan tidak ada kecenderungan lari ke barang dan atau kecenderungan untuk tidak memegang cash. Walaupun rakyat kecil semakin tidak mampu memegang cash tapi itu timbul karena pendapatan mereka semakin kecil; tapi orang kaya bangsa sendiri (anggota KADIN, BUMN, Pertamina dan BI serta perbankan Pemerintah) dan asing semakin lebih kaya lagi dan mampu memperoleh cash banyak -khusus sebagai akibat penerimaan cash yang berlebih-lebihan, tapi disimpan di luar negeri atau dibelanjakan di dalam negeri. Export-lah sumber peredaran uang terbanyak disusul belanja pengeluaran birokrasi raksasa pemerintahan Kabinet SBY. Rakyat kecil semakin tersudut dan terpisah dari ekonomi modern. Kepincangan antara si kaya dan rakyat si miskin semakin melebar. Kepincangan ini dan kepincangan struktur dan pertumbuhan perekonomian kita sudah lama berlangsung dengan timbulnya *high cost economy dan high-'valas'-export-revenues dari sejak krisis-valas 1998 hingga detik ini. *Kepincangan tsb akan lebih dipercepat dan diperburuk lagi oleh Darmin Nasution. Adakah rasa malu dan jujur-ilmiah dari Darmin? Darmin, sama sekali tidak mempedulikan penjualan SBI yang merugikan BI -dan negara sendiri- lebih dari Rp 20 triliun setiap tahun, dll yang sudah sering kami kemukakan selama ini. Ya, Darmin buta total tentang berlakunya Undang-Undang palsu BI No. 23, 1999. Darmin juga pendukung 1 000 000% dari Sri Mulyani yang dengan KEBIJAKAN-MONETERNYA melanggar prinsip-prinsip dan dalil ilmu moneter membail out Bank Century dan mencaploknya kemudian menjadi Bank Mutiara MILIK PEMERINTAH. Tentu saja Pres. SBY mensyahkan Darmin sebagai Gubernur BI yang baru dan sekaligus pemotongan uang dengan 1000, KARENA DPR 100% PENDUKUNG PRES. SBY TERLEPAS DARI PEMAKZULAN SBY SEHUBUNGAN DENGAN KRIMINILATAS MONETER PARA GUBERNUR BI termasuk BOEDIONO DAN DARMIN NASUTION SERTA MENTERI KEUANGAN,SRI MULYANI. 3-8-2010. hmt oppusunggu website: www.hmtoppusunggu.wordpress.com/
