Buat Bapak J.P Manalu dan rekan-rekan lainnya yang bertanya-tanya tentang
kapasitas Bapak HM Oppusunggu yang begitu keras mengkritisi langkah-langkah
atau sering disebutkan "kebijaksanaan pemerintahan SBY" di bawah ini kami
copykan Biodata singkat HMT Oppusunggu.
Jelas memang bahwa Humtiarti merupakan ekonom senior Indonesia, namun tidak
menjadi anggota Birokrat. Dia bukan menjadi pengambil keputusan seperti
Ekonom senior yang kita kenal seperti Widjoyo, Sumarlin, Subroto dan
lainnya.
Kalau sekarang ini mungkin mirip dengan Sugema atau Prof.Dr.Edi Swasono atau
Dr. Hartoyo.
Saya sendiri tidak begitu mengenal Humtiarti secara pribadi, namun karena
sejak kecil mendengarkan orangtua dan saudara membicarakannya, terlebih
tahun 64-66, maka namanya terpateri dan beliau mau berkawan dengan saya
walaupun hanya di dunia maya.

salam

dharma

*Biodata HMT Oppusunggu:*

*Tempat/Tanggal Lahir: *Pematang Siantar, 23 Agustus 1923

**

*Alumnus*:

   1. HBS VB, Medan
   2. Syonan Ika Daigaku, Singapore
   3. Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia
   4. Graduate School of Economics, Yale University, USA

*Pengalaman: *

   1. Anggota Pengurus, Pemuda Sosialis Indonesia (Pesindo), Medan
   2. Letnan II, TNI, Komandemen Sumatra, Bukittinggi
   3. Dosen Pengantar teori Ekonomi Mikro di
      - Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia
      - Fakultas Ekonomi, Universitas Islam, Yogyakarta
      - Akademi Hukum Militer, Jakarta
      - Akademi Kepolisian, Jakarta
   4. Wakil Rektor, Universitas Nommensen, Medan
   5. Diplih oleh Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo untuk bekerja mulai
   sebagai staf junior di United Nations, ESCAP, Bangkok. Selama 20 tahun
   bekerja pada ESCAP, memperoleh pengalaman berharga dari asuhan ekonom senior
   tentang ilmu dan perumusan studi ekonomi-makro dan perencanaan perekonomian
   anggota-anggota ESCAP serta sering dikunjungi untuk berkonsultasi. Tugas
   terakhir adalah penyelenggara sebuah konferensi “Meeting on the Development
   of Real and Financial Assets in Economic Planning” dan merumuskan makalah
   utama bagi negara-negara anggota ESCAP. Ditugaskan juga untuk mewakili ESCAP
   dalam Konferensi Tahunan ADFIAP (Association of Development Financial
   Institutions in Asia and the Pacific) Manila.
   6. Menulis beberapa buku tentang ekonomi dan moneter Indonesia, a.l.


   - Devaluasi dan Perencanaan ( Penerbit Sinar Harapan)
   - Di Mana Kuncinya Aisyah (Djambatan)
   - Suber Krisis Moneter Indonesia (Kepustakaan Populer Gramedia)
   - Matinya Ekonomi Moneter (Kepustakaan Populer Gramedia)
   - Berhentilah Bicara! Seruan bagi Ekonom Indonesia (Djambatan)
   - KUALAT Bila Tidak Menyadari dan Mengaku Kesalahan (Lembaga Studi
   Kapasitas Nasional)


Komentar» <http://hmtoppusunggu.wordpress.com/about/#postComment>  1.
Apakabar Indonesia - Maret 5,
2010<http://hmtoppusunggu.wordpress.com/about/#comment-6>

Perjalanan Karir HMT Oppusunggu pada Persatuan Bangsa Bangsa yakni United
Nations, ESCAP di Bangkok selama 20 tahun, serta latar belakang pendidikan
School of Economic Yale University USA membuatnya sangat mahir dalam
menyusun buku yang mengkritisi perekonomian makro di Indonesia.

Dalam acara bedah buku karya Penulis HMT Oppusunggu yang berlangsung di PWI
Pusat, Jakarta Media Center, Gedung Dewan Pers, (3/8), Penulis Oppusunggu
tampaknya didaulat oleh lima tokoh ekonomi dan politik dan mereka juga
sekaligus menjadi narasumber dalam bedah buku tersebut yakni DR. Sri Bintang
Pamungkas, Ikhsanuddin Noorsy, DR. Sri Eddy Swasmo dan DR. Hartoyo
Wignyowiyoto. Iskandar dan moderator Ary banyak terungkap masalah lain yang
bukan isaja su ekonomi namun juga politik serta opini yang berkembang.




2010/8/3 Dharma Hutauruk <[email protected]>

> Sayang sekali saya tidak menonton tayangan tv yang menampilkan Gubernur
> Baru Bank Indonesia.
> Kalau ini benar, berapa yang akan diberikan kepada para pengamen?
> Lalu uang coin kita mau kita kemanakan kemudian????
>
> dharma
>
> ---------- Forwarded message ----------
> From: HMT Oppusunggu <[email protected]>
> Date: 2010/8/3
> Subject:
> To: Presiden SBY <[email protected]>, Presiden Yudhoyono <[email protected]>,
> MenKeu Dpt Keuangan <[email protected]>, [email protected],
> [email protected], [email protected], [email protected],
> [email protected], [email protected], [email protected],
> [email protected], [email protected], "Pres.Dr Soesilo Yudhoyono"
> <[email protected]>, [email protected], [email protected], [email protected],
> [email protected], KADIN <[email protected]>, Kwik Kian Gie <
> [email protected]>, Sri-Edi Swasono <[email protected]>, Gubernur Bank
> Indonesia <[email protected]>, Komisi korupsi <[email protected]>,
> [email protected], [email protected]
> Cc: [email protected], [email protected], [email protected],
> [email protected], [email protected], [email protected],
> [email protected], Aristides Katoppo <[email protected]>,
> [email protected], [email protected], [email protected],
> [email protected], [email protected],
> [email protected], [email protected], [email protected],
> [email protected], [email protected],
> [email protected], [email protected], [email protected],
> [email protected]
>
>
>  Dalam tayangan TV kemarin malam -2 Juli 2010- kita dikejutkan oleh Darmin
> Nasution, yang berencana bahwa semua uang yang sudah dikeluarkan BI akan 
> *'dipotong
> 1000': uang Rp 100 000 akan menjadi Rp 100 saja, dll.* ... tapi uang
> recekan diapain? Ini suatu tindakan gila dan membabi buta belaka.
>  Sewaktu di zaman Soekarno, Gubernur BI Syafrudin Prawiranegara memotong
> uang Rp 100 000 menjadi Rp 100, hanyalah karena run away inflation naik
> sesukanya 600-800%, sebagai akibat dari belanja negara yang dilakukan dengan
> pencetakan uang  saja hingga menaikkan harga semaunya. Bedanya antara
> Syafrudin dan Darmin, hanyalah karena Syafrudin memang ahli-moneter walaupun
> latar belakangnya pendidikan SH, sedang Darmin sama sekali buta-huruf saja
> mengenai teori moneter dan ke-Bank Sentral-an, walaupun ijazahnya dari
> Sorbonne, Paris.
>
> Pada zaman Syafrudin, begitu cepatnya peredaran uang, hingga timbul
> kecenderungan kuat *untuk tidak memegang cash*, tapi lari ke barang hingga
> harga barang membubung terus. Sekarang pada zaman Darmin, tidak ada inflasi
> dan tidak ada kecenderungan lari ke barang dan atau  kecenderungan untuk
> tidak memegang cash. Walaupun rakyat kecil semakin tidak mampu memegang cash
> tapi itu timbul karena pendapatan mereka semakin kecil; tapi orang kaya
> bangsa sendiri (anggota KADIN, BUMN, Pertamina dan BI serta perbankan
> Pemerintah) dan asing semakin lebih kaya lagi dan mampu memperoleh cash
> banyak -khusus sebagai akibat penerimaan cash yang berlebih-lebihan, tapi
> disimpan di luar negeri atau dibelanjakan di dalam negeri. Export-lah sumber
> peredaran uang terbanyak disusul belanja pengeluaran birokrasi raksasa
> pemerintahan Kabinet SBY. Rakyat kecil semakin tersudut dan terpisah dari
> ekonomi modern. Kepincangan antara si kaya dan rakyat si miskin  semakin
> melebar. Kepincangan ini dan kepincangan struktur  dan pertumbuhan
> perekonomian kita sudah lama berlangsung dengan timbulnya *high cost
> economy dan high-'valas'-export-revenues dari sejak krisis-valas 1998
> hingga detik ini. *Kepincangan tsb akan lebih dipercepat dan diperburuk
> lagi oleh Darmin Nasution. Adakah rasa malu dan jujur-ilmiah dari Darmin?
>
> Darmin, sama sekali tidak mempedulikan penjualan SBI yang merugikan BI -dan
> negara sendiri- lebih dari Rp 20 triliun setiap tahun, dll yang sudah sering
> kami kemukakan selama ini. Ya, Darmin buta total tentang berlakunya
> Undang-Undang palsu BI No. 23, 1999.
> Darmin juga pendukung 1 000 000% dari Sri Mulyani yang dengan
> KEBIJAKAN-MONETERNYA melanggar prinsip-prinsip dan dalil ilmu moneter
> membail out Bank Century dan mencaploknya kemudian menjadi Bank Mutiara
> MILIK PEMERINTAH.
>
> Tentu saja Pres. SBY mensyahkan Darmin sebagai Gubernur BI yang baru dan
> sekaligus pemotongan uang dengan 1000, KARENA DPR 100% PENDUKUNG PRES. SBY
> TERLEPAS DARI PEMAKZULAN SBY SEHUBUNGAN DENGAN KRIMINILATAS MONETER PARA
> GUBERNUR BI termasuk BOEDIONO DAN DARMIN NASUTION SERTA MENTERI KEUANGAN,SRI
> MULYANI.
>
> 3-8-2010.
> hmt oppusunggu
>
> website: www.hmtoppusunggu.wordpress.com/
>
>
>

Kirim email ke