Tambahin lagi, uang koin lama tidak diproduksi lagi, yang rusak masuk BI untuk dimusnahkan, sama seperti uang kertas. Uang koin baru paling kecil Rp1.- itu aja paling cuma dapet permen kampung beberapa biji. Untuk beli permen impor yang gede dan mahal.. ya musti pake uang kertas, baik baru maupun lama.
On 8/5/10, Bara Ampera <[email protected]> wrote: > Kasih aja 5 perak uang baru (kertas), cukup buat makan nasi pake telor. > Kalau mau anak istrinya juga ikut makan ya minimal 20 perak uang baru, > kalau pakai US dollar ya $2 bills saja sudah cukup. Tapi sejak kapan > pengamen terima dollar bills? > > > On 8/3/10, Dharma Hutauruk <[email protected]> wrote: >> Sayang sekali saya tidak menonton tayangan tv yang menampilkan Gubernur >> Baru >> Bank Indonesia. >> Kalau ini benar, berapa yang akan diberikan kepada para pengamen? >> Lalu uang coin kita mau kita kemanakan kemudian???? >> >> dharma >> >> ---------- Forwarded message ---------- >> From: HMT Oppusunggu <[email protected]> >> Date: 2010/8/3 >> Subject: >> To: Presiden SBY <[email protected]>, Presiden Yudhoyono <[email protected]>, >> MenKeu Dpt Keuangan <[email protected]>, [email protected], >> [email protected], [email protected], [email protected], >> [email protected], [email protected], [email protected], >> [email protected], [email protected], "Pres.Dr Soesilo Yudhoyono" >> < >> [email protected]>, [email protected], [email protected], >> [email protected], >> [email protected], KADIN <[email protected]>, Kwik Kian Gie < >> [email protected]>, Sri-Edi Swasono <[email protected]>, Gubernur Bank >> Indonesia <[email protected]>, Komisi korupsi <[email protected]>, >> [email protected], [email protected] >> Cc: [email protected], [email protected], [email protected], >> [email protected], [email protected], [email protected], >> [email protected], Aristides Katoppo <[email protected]>, >> [email protected], [email protected], [email protected], >> [email protected], [email protected], >> [email protected], >> [email protected], [email protected], [email protected], >> [email protected], [email protected], >> [email protected], [email protected], [email protected] >> >> >> Dalam tayangan TV kemarin malam -2 Juli 2010- kita dikejutkan oleh >> Darmin >> Nasution, yang berencana bahwa semua uang yang sudah dikeluarkan BI >> akan *'dipotong >> 1000': uang Rp 100 000 akan menjadi Rp 100 saja, dll.* ... tapi uang >> recekan >> diapain? Ini suatu tindakan gila dan membabi buta belaka. >> Sewaktu di zaman Soekarno, Gubernur BI Syafrudin Prawiranegara memotong >> uang Rp 100 000 menjadi Rp 100, hanyalah karena run away inflation naik >> sesukanya 600-800%, sebagai akibat dari belanja negara yang dilakukan >> dengan >> pencetakan uang saja hingga menaikkan harga semaunya. Bedanya antara >> Syafrudin dan Darmin, hanyalah karena Syafrudin memang ahli-moneter >> walaupun >> latar belakangnya pendidikan SH, sedang Darmin sama sekali buta-huruf >> saja >> mengenai teori moneter dan ke-Bank Sentral-an, walaupun ijazahnya dari >> Sorbonne, Paris. >> >> Pada zaman Syafrudin, begitu cepatnya peredaran uang, hingga timbul >> kecenderungan kuat *untuk tidak memegang cash*, tapi lari ke barang >> hingga >> harga barang membubung terus. Sekarang pada zaman Darmin, tidak ada >> inflasi >> dan tidak ada kecenderungan lari ke barang dan atau kecenderungan untuk >> tidak memegang cash. Walaupun rakyat kecil semakin tidak mampu memegang >> cash >> tapi itu timbul karena pendapatan mereka semakin kecil; tapi orang kaya >> bangsa sendiri (anggota KADIN, BUMN, Pertamina dan BI serta perbankan >> Pemerintah) dan asing semakin lebih kaya lagi dan mampu memperoleh cash >> banyak -khusus sebagai akibat penerimaan cash yang berlebih-lebihan, tapi >> disimpan di luar negeri atau dibelanjakan di dalam negeri. Export-lah >> sumber >> peredaran uang terbanyak disusul belanja pengeluaran birokrasi raksasa >> pemerintahan Kabinet SBY. Rakyat kecil semakin tersudut dan terpisah dari >> ekonomi modern. Kepincangan antara si kaya dan rakyat si miskin semakin >> melebar. Kepincangan ini dan kepincangan struktur dan pertumbuhan >> perekonomian kita sudah lama berlangsung dengan timbulnya *high cost >> economy >> dan high-'valas'-export-revenues dari sejak krisis-valas 1998 hingga >> detik >> ini. *Kepincangan tsb akan lebih dipercepat dan diperburuk lagi oleh >> Darmin >> Nasution. Adakah rasa malu dan jujur-ilmiah dari Darmin? >> >> Darmin, sama sekali tidak mempedulikan penjualan SBI yang merugikan BI >> -dan >> negara sendiri- lebih dari Rp 20 triliun setiap tahun, dll yang sudah >> sering >> kami kemukakan selama ini. Ya, Darmin buta total tentang berlakunya >> Undang-Undang palsu BI No. 23, 1999. >> Darmin juga pendukung 1 000 000% dari Sri Mulyani yang dengan >> KEBIJAKAN-MONETERNYA melanggar prinsip-prinsip dan dalil ilmu moneter >> membail out Bank Century dan mencaploknya kemudian menjadi Bank Mutiara >> MILIK PEMERINTAH. >> >> Tentu saja Pres. SBY mensyahkan Darmin sebagai Gubernur BI yang baru dan >> sekaligus pemotongan uang dengan 1000, KARENA DPR 100% PENDUKUNG PRES. >> SBY >> TERLEPAS DARI PEMAKZULAN SBY SEHUBUNGAN DENGAN KRIMINILATAS MONETER PARA >> GUBERNUR BI termasuk BOEDIONO DAN DARMIN NASUTION SERTA MENTERI >> KEUANGAN,SRI >> MULYANI. >> >> 3-8-2010. >> hmt >> oppusunggu >> >> website: www.hmtoppusunggu.wordpress.com/ >> >
