-----Original Message-----
From: muaz <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thursday, November 25, 1999 4:31 AM
Subject: Re: [envorum] gula mentah berbahaya?
>At 18:18 23.11.99 +0000, you wrote:
>yang menjadi pertanyaan kenapa sih gula produksi dalam negeri lebih mahal
>? logikanya khan lebih murah. Kalau masalah produktivitas yang rendah,
>efisiensi proses (dari jadwal panen sampai di dan diolah pabrik), maka
>harus dicari jawabnya. alangkah anehnya kita membuat kebiakan memelihara
>ketidak efisienan.
Setahu saya sich masalahnya bukan cuma itu. Kalau masalah ketidakefisienan
dll itu sich masalah lama dan mungkin hanya dijadikan s ebagai kambing hitam
permasalahan. Yang saya tahu dan pernah saya denger adalah kekuatan lobbying
para importir dengan pejabat di negeri ini atau pihak-pihak lain yang
berwenang. Keberadaan para importir inilah yang kadang ikut menjadi penentu
harga barang-barang import tersebut. Keberadaan mereka itu sudah seperti
mafia. Selain itu ketidakefisienan produk lokal tersebut yang menyebabkan
harganya lebih mahal, juga musti dilihat dari sisi mana sejak dari sisi
produksinya, distribusi, atau apa. Dari situ baru bisa ditentukan apa yang
harus dipotong. Mungkin ini bisa lebih jelas lagi kalau di milis ini ada
ahli ekonomi yang paham betul dengan marketing mix-nya.
Pabrik-pabrik Gula di indonesia saya kira sebagaian
>besar dibangun Belanda. Apa enggak ketinggalan zaman tehnologinya ya?
>Trus apa memang enggak ada yang ahli proses tebu menjadi gula yang lebih
>modern, lebih efisien, lebih ramah lingkungan...heran... udah banyak
Mungkin ada tetapi apa yang bisa mereka lakukan kalau ternyata permasalahan
bukan hanya di sisi produksi/teknisnya. Bagaimana kalau hal itu lebih
disebabkan oleh masalah lain yang bersifat non teknisnya? Kalau saya lihat
sich, lebih kepada permasalahan ini.
utang
>nyekolahin ... eh pulang-pulang cuma jadi ahli seminar dan talk show.
Yach soalnya cuma itu yang mereka bisa lakukan agar tetap exist. Karena
seperti yang saya bilang, good will-nya yach musti dari kebijakan
pemerintah yang bukan saja dari sisi produksi tetapi lebih kepada sisi non
produksinya/non teknisnya alias marketing/ekonominya.
Demikian tanggapan saya.
salam
Diah
---------------------------------------------------------------------
Mulai langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Stop langganan: kirim e-mail ke [EMAIL PROTECTED]
Archive ada di http://www.mail-archive.com/[email protected]
dan di http://www.egroups.com/list/envorum