Hee...hee...hee..barangkali Pak KK akan jawab begini, mas Steven:" Je suis 
d'accord avec votre avis, mon ami".
  Au revoir, (jabat erat - KK) - 
  Apa malahan pak KK mau jawab pakai bahasa Sunda ya? 
   
  Ya IMHO, kalau Presiden Indonesia sebisa-bisanya selalu memakai bahasa 
Indonesia, dan jika harus berpidato diluar negri, mungkin harus membawa 
"interpreter" (penterjemah langsung), supaya orang yang hadir bisa mengerti apa 
yang dibicarakan. Juga kalau Presiden menerima tamu dari luar negri, semestinya 
bicara dalam bahasa Indonesia saja.
   
  A bientot,
  Yuli

steven lenakoly <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Diskusi Terbuka

Kemarin Duta Besar Perancis Catherine Boivineau mengunjungi Surabaya dan 
menemui walikota beserta dengan pejabatnya.

Nah yang unik dan dapat dijadikan bahan diskusi yang menarik adalah beliau 
tidak menggunakan bahasa Inggris ketika jumpa pers. Beliau tetap menggunakan 
bahasa Perancis, meskipun beliau sangat bisa berbicara Inggris 

Inilah yang menjadi gambaran betap seorang duta besar yang bertugas sebagai 
perwakilan negarnya dengan tangguh mampu menjaga martabatnya dengan tetap 
menggunakan bahasa ibunya, bukan bahsa inggris.

Kehormatan inilah yang secara teoritik menunjukkan bahwa bangsa tersebut kuat 
dan tidak mudah goyang.

Selain Perancis, beberapa waktu silam teman saya yang jadi pengurus Koni, waktu 
itu ada pagelaranan Bulu Tangkis Internasional, mengatakan bahwa delegasi 
Taiwan tidak mau menggunakan bahasa Inggris, alias tetap menggunakan bahasa 
Taiwan.

Wow..bangsa sekelas Taiwan mampu mempertahankan bangsanya, mampu menguatkan 
negaranya, bahkan tidak menutup kemungkinan akan mampu menguatkan ras dan 
keturunannya.

Sekarang coba tengok bangsa Indonesia. Mulai dari Presiden, Hingga ke stafnya 
selalu menggunakan bahasa Inggris ketika menyambut atau berkunjung ke negara 
lain. 

Dengan kata lain Presiden, yang merupakan penggambaran bangsanya, menunjukkan 
negaranya mencerminkan ketidakmampuannya menghadapi Inggris (mungkin juga 
tekanannya, kali ya...). Padahal bangsa kita adalah bangsa yang kaya. Baik suku 
bangsa maupun bahasa sukunya.

Bahasa induknya, bahasa Indonesia, adalah bahasa persatuan. Atau bahasa 
pemersatu 200 juta lebih rakyat Indonesia.

Saya juga tidak munafik jika hari gini harus menguasai bahasa Inggris karena 
globalisasi. Tapi alangkah indahnya dan eloknya kita, yang diwakili Presiden, 
menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi untuk tingkatan 
internasional. Beranikah kita?

Saya mengundang saudara semilis untuk berdiskusi. Termasuk Menteri Kusmayanto 
Kadiman. Saya nantikan. 

_______________________
Steven Yohanes Lenakoly
08175010651
www.beritajatim.com

---------------------------------
Don't get soaked. Take a quick peak at the forecast 
with theYahoo! Search weather shortcut.

[Non-text portions of this message have been removed]



         

 
---------------------------------
Don't be flakey. Get Yahoo! Mail for Mobile and 
always stay connected to friends.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke