Ho ho ho, nasib dosen sih jauh lebih baik daripada nasib guru, Bu Reni. Bisa dapat dana hibah buat riset, bisa resmi ngobyek dengan julukan keren "pengabdia kepada masyarakat," dan tiap ngajar mata kuliah pun masih dapat tambahan lagi dari biaya SKS dan lain-lain. Dosen sih bukan Umar Bakri. Atau Anda sedang mencoba-coba membandingkan gaji Anda sebagai dosen UPN dan gaji guru SDN di Yogya sana? Sama ya? manneke
reni renata <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Yah saya setuju dengan pendapat anda. Saya sebelum menjadi dosen, pernah bekerja di pabrik zat warna dengan gaji lumayan. Tapi..........di dalam dasar hati saya kok tetap ingin mengajar (menjadi guru) walaupun saya tahu gaji dosen pada waktu itu 162 ribu per bulan (capeg). tapi saya tak gentar, maju terus sampai sekarang saya menikmati profesi saya. Saya tidak menyesal menjadi (Bu Umar bakri). Saya bersyukur tidak bekerja di suatu tempat yang diberi kesempatan untuk merampok uang negara. Semoga hidup saya selalu diridhoi oleh Allah swt, amin...... Salam Mahreni
