Pak Kukuh Yth,
Gimana kalau Dirjen pajak adalah juga salah satu pemilik Harley Davidson itu
sendiri? Alih-alih harus bayar pajak, malahan semua belajar untuk bagaimana
menghindari pembayaran pajak, bukan?
Mudah-mudahan sich Dirjen Pajak bukan salah satu pemilik HD, kalaupun iya,
maka harus mengajarkan norma-norma yang baik bagi pemilik HD di Indonesia.
Membayar pajak dengan benar, tidak mengganggu pemakai jalan raya yang lain-nya.
Tidak membuat "noise polution" dengan suaranya yang memekak-kan telinga (yang
menurut salah satu anggota FPK, hanya satu angka - "decibel" - dibawah pesawat
terbang jet yang akan "take off"). My goodness! Harus selalu membawa "ear plug"
- just incase dijalanan ketemu dengan se-rombongan HD untuk menjaga gendang
telinga kita.
Salam,
Yuli
kukuh kumara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Idea yg menarik dari Rekan Suryadi...mudah2an Dirjen Pajak jadi
anggota FPK...jadi baca juga
suryadi setianegara <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Minggu kemarin di Jalan Sudirman
lewat Konvoy HD, ratusan jumlahnya dikawal mobil Polisi. Ada baiknya kalau ada
acara macam begitu polisi kasih info ke DIRJEN Pajak. Nah...pada waktu start
petugas pajak datang lalu check, apa motor sudah dibayar pajaknya, kemudian cek
apa pemiliknya sudah punya NPWP........Ingat HAK itu baru muncul kalau
KEWAJIBAN sudah dipenuhi....