--- In [email protected], Manneke Budiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Ada info lain dari para miliser lain di FPK ini? selain Indonesia, ada nggak negara lain di dunia ini yang mengenal sebutan "profesor riset"? > > manneke >
Saya juga idem dengan Pak Manneke. Sampai saya menulis email ini, saya belum pernah mendengar ada sebutan Profesor Riset di tempat saya sekarang. Ini tentu hasil pengamatan sambil lalu saja, jadi sangat boleh jadi tidak akurat. Yang pasti, saya mengenal dengan baik seorang senior researcher dan salah satu *Head of Department* di "German Research Centre for Biotechnology", yang menurut data di ISI Highly Cited Researcher termasuk salah satu *highly cited* dengan publikasi di jurnal ilmiah ber-peer review mendekati angka 150, yang sampai sekarang pun tak mempunyai embel-embel profesor, walau sudah bergabung di situ semenjak 1973. Tentang profesor riset itu sendiri, saat sudah di sini, saya pernah mendengar gunyonan dari seorang teman yang bekerja di salah satu lembaga riset di negara kita. Menurut teman saya itu, dulu, sebelum ada sebutan resmi profesor riset, dikenal sebutan ahli peneliti utama, disingkat APU. Nah, menurut si teman itu, terkadang, jalan yang ditempuh untuk menjadi APU itu menggunakan cara yang dalam bahasa jerman ehh jawanya disebut APUs-APUsan :) salam edi
