Bagus kalo diruntuhkan, tidak ada nilai sejarahnya kecuali yang dulu
pacaran di sana, saya iya, arsistekturnya juga tidak begitu
heritage, keadaan sekarang agak kumuh. Kalau direbuild termasuk ada
ruang theaternya mengapa tidak didukung.

rzain

--- In [email protected], Yuliati Soebeno
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mudah-mudahan Bioskop Megaria ini akan disulap menjadi "Theatre"
yang indah dan terbagus di Asia. Jadi bisa dipakai untuk pertunjukan-
pertunjukan budaya dari segala penjuru dunia di Jakarta. Bukankah
itu akan lebih menarik banyak para turis untuk pada berdatangan ke
Jakarta? Karena saya juga suka ke theatre jika sedang di manca
negara yang bisa memberikan pertunjukan drama-drama yang bagus
seperti:"Phantom of the Opera", dsb. Musical show seperti:"Bubbling
Brown Sugar".
>   Juga pertunjukan kebudayaan Indonesia dari seluruh profinsi
ditanah air. Dan opera-opera Indonesia yang juga sudah mulai menarik
banyak peminat di Jakarta ini. Serta konser-konser dengan conductor
yang terkenal seperti Zubin Mechta (I hope it is the correct
spelling-CMIIW). Sir Simon Rattle, dsb
>
>   Juga tempat ini akan menjadi "land mark" yang indah dan
terkenal.
>   Tooolooong.....jangan dipakai untuk mal. Sungguh tidak
ada "taste" sama sekali, jika tempat ini akan dijadikan mal!
>
>   Salam,
>   Yuli
>
> Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
http://www.kompas.co.id/ver1/Metropolitan/0703/13/071536.htm

Kirim email ke