Menyimak berita di kompas edisi Rabu, 6 Januari "Forum Rektor Kaji Model
Demokrasi" dan SBY berpesan tentang "perlunya dicari bentuk demokrasi yang
lebih menjembatani sistem presidensial dan sistem multipartai. Hal itu
dipandang berkaitan erat dengan ciri-ciri kebudayaan dan peradaban bangsa
Indonesia, yakni pluralisme.". Menurut saya ini adalah momentum yang tepat,
untuk kembali ke" Jati Diri Bangsa Kita yaitu Pancasila". Saya kadang tak habis
fikir, kenapa bangsa kita sering melupakan asal-usulnya, sering berpedoman pada
"produk barat" dalam menjalankan aktivitas ketatanegaraan?. Pancasila itu
satu-satunya di dunia, milik Indonesia, produk Indonesia, digali Bung Karno
dari Nilai-nilai luhur budaya bangsa. Kalo sudah dari nilai luhur budaya
bangsa, milik nenek moyang kita sendiri, apa mungkin masih diragukan "cocok
tidaknya " untuk diterapkan di negeri kita sendiri. Jangan malu mengakui, kalau
kekacauan yang terjadi saat ini, dikarenakan kita sering
melupakan jati diri bangsa kita. Mari kembali kita buka Pancasila, resapi dan
cermati setiap silanya, dan rasakan keindahannya, bila itu benar-benar
diterapkan di Indonesia. Banyak tokoh-tokoh yang memahami Pancasila dan
nilai-nilai luhur di dalamnya maupun gambaran penerapannya dalam kehidupan
ketatanegaaan sekarang, meskipun mereka belum bergelar "profesor doktor".
Sepatutnya mereka yang selama ini peduli terhadap nilai - nilai Pancasila dan
keilmuannya tentang Pancasila bisa dipertanggungjawabkan, diajak duduk bersama
untuk mengkaji Demokrasi Pancasila dalam proses pelaksanaan ketatangeraan RI.
SalamUmmu Ch Wardani
Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk
Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka
browser. Dapatkan IE8 di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer
[Non-text portions of this message have been removed]