Saya sepakat dengan anda. Barang bagus ini sebenarnya merupakan model yang cocok bagi bangsa ini. Namun belum membumi. Masalahnya, demokrasi Pancasila yang selama ini dianut identik dengan rezim orba dan orla. Apakah masih bisa ditegakkan ditengah badai demokrasi liberal dan tsunami kapitalisme, dimana rakyat masih trauma dengan rezim terdahulu. Bahkan hal hal yang baik dimasa lalu dianggap identik dengan produk rezim orba dan harus dibuang.
Pada 6 Januari 2010 06:46, Wardani dani <[email protected]>menulis: > > > Menyimak berita di kompas edisi Rabu, 6 Januari "Forum Rektor Kaji Model > Demokrasi" dan SBY berpesan tentang "perlunya dicari bentuk demokrasi yang > lebih menjembatani sistem presidensial dan sistem multipartai. Hal itu > dipandang berkaitan erat dengan ciri-ciri kebudayaan dan peradaban bangsa > Indonesia, yakni pluralisme.". Menurut saya ini adalah momentum yang tepat, > untuk kembali ke" Jati Diri Bangsa Kita yaitu Pancasila". Saya kadang tak > habis fikir, kenapa bangsa kita sering melupakan asal-usulnya, sering > berpedoman pada "produk barat" dalam menjalankan aktivitas ketatanegaraan?. > Pancasila itu satu-satunya di dunia, milik Indonesia, produk Indonesia, > digali Bung Karno dari Nilai-nilai luhur budaya bangsa. Kalo sudah dari > nilai luhur budaya bangsa, milik nenek moyang kita sendiri, apa mungkin > masih diragukan "cocok tidaknya " untuk diterapkan di negeri kita sendiri. > Jangan malu mengakui, kalau kekacauan yang terjadi saat ini, dikarenakan > kita sering > melupakan jati diri bangsa kita. Mari kembali kita buka Pancasila, resapi > dan cermati setiap silanya, dan rasakan keindahannya, bila itu benar-benar > diterapkan di Indonesia. Banyak tokoh-tokoh yang memahami Pancasila dan > nilai-nilai luhur di dalamnya maupun gambaran penerapannya dalam kehidupan > ketatanegaaan sekarang, meskipun mereka belum bergelar "profesor doktor". > Sepatutnya mereka yang selama ini peduli terhadap nilai - nilai Pancasila > dan keilmuannya tentang Pancasila bisa dipertanggungjawabkan, diajak duduk > bersama untuk mengkaji Demokrasi Pancasila dalam proses pelaksanaan > ketatangeraan RI. > Salam Ummu Ch Wardani
