Terimakasih Pak Wayan atas supportnya. kegamangan kita menjalankan Pancasila secara murni dan konsekuen, adalah salah satu warisan orde baru yang sampai saat ini terkadang masih membekas di perilaku sebagian besar bangsa Indonesia, yang tanpa kita sadari juga ada dalam diri kita, yaitu kekhawatiran akan gagalnya sebuah proses, karena kita terbiasa di cekoki dengan hal yang serba instant. Akibatnya, kita menjadi bangsa yang konsumtif, dan tidak bisa menjadikan produk kita, sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Pancasila sebenarnya bukan milik orla, orba atau rezim manapun, karena Pancasila adalah jiwa luhur bangsa Indonesia, yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita. Bung Karno sebagai pencetus lahirnya Pancasila, menyatakan "Beliau hanya menggali dari nilai - nilai luhur bangsa, yang terangkum dalam 5 sila tersebut". Pancasila tidak pernah akan lapuk di makan jaman, karena selama bangsa Indonesia ini ada, Pancasila akan tetap ada, karena Pancasila adalah cerminan keluhuran budi bangsa. Saat ini banyak dikeluhkan rendahnya nasionalisme bangsa kita,khususnya dikalangan generasi muda. Tapi keluhan tak cukup menyelesaikan masalah tanpa adanya upaya nyata untuk "berbuat " membangkitkan nasionalisme itu, meskipun di lingkup yang terkecil dalam kehidupan kita, yaitu keluarga. Sebagai contoh kecil, amalkan dan jalani sila 1, Ketuhanan Yang Maha Esa. Niscaya akan tentram keluarga kita, karena sebagai manusia bertuhan, kita akan selalu berbuat jujur dan adil, tepo seliro, welas asih, karena kita sadar, Tuhan (dalam agama dan kepercayaan apapun), selalu mengajarkan kebaikan Disamping itu, kita akan selalu menyadari, kelak setiap kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Tuhan. nggak ada istilah cerai karena perselingkuhan kalo kita benar-benar mengamalkan sila 1. Itu hanya contoh kecil.. Dengan kerendahan hati, dan keinginan tulus untuk membangkitkan kejayaan Indonesia di mata dunia sebagai bangsa yang bermartabat, dengan jalan membangun kembali jati diri bangsa khususnya di kalangan generasi muda, kita boleh optimis, Indonesia akan segera bangkit. Tak ada kata terlambat untuk memulai. Ayo bangkitkan kembali, semangat nasionalisme kita, agar kita tetap kokoh, menghadapi " badai demokrasi liberal dan tsunami kapitalisme."
Salam Ummu Ch Wardani --- Pada Rab, 6/1/10, Wayan Sugara <[email protected]> menulis: Dari: Wayan Sugara <[email protected]> Judul: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] INDONESIA PUNYA DEMOKRASI PANCASILA Kepada: [email protected] Tanggal: Rabu, 6 Januari, 2010, 8:31 AM Saya sepakat dengan anda. Barang bagus ini sebenarnya merupakan model yang cocok bagi bangsa ini. Namun belum membumi. Masalahnya, demokrasi Pancasila yang selama ini dianut identik dengan rezim orba dan orla. Apakah masih bisa ditegakkan ditengah badai demokrasi liberal dan tsunami kapitalisme, dimana rakyat masih trauma dengan rezim terdahulu. Bahkan hal hal yang baik dimasa lalu dianggap identik dengan produk rezim orba dan harus dibuang.
