Globalisasi dan perdagangan bebas adalah hal yang tak terelakkan. Kalau memang 
prediksi bahwa terdapat ancaman dibalik perubahan zaman yg pasti akan terjadi 
tsb, maka sebaiknya juga diberikan solusi seolah hal tersebut sedang terjadi. 
Sebagai orang awam saya melihat bahwa tetap terdapat peluang. Sebelum 
pemberlakuan FTA telah dimulai kita sering mendengar banyak barang selundupan 
dari China. Apa yang berbeda jika kebijakan resmi dicanangkan. Tidak ada kata 
terlambat meskipun sistim perdagangan baru tersebut sudah diambang mata.
Jauh hari sebelum perdagangan bebas dimulai imbasnya diperekonomian sudah mulai 
terasa, saya tak melihat hal itu membahayakan secara fatal. Sehebat apapun 
suatu produk, dan seunggul apapun strategi marketing asing tetap saja mereka 
akan menggandeng partner lokal.
Perubahan itu adalah sesuatu yang mutlak, yang perlu menjadi prioritas ialah 
kemampuan kita mempersiapkan diri dan beradaptasi dengan keadaan, dan rasanya 
hal itu tak terlalu sulit dikarenakan terjadi di rumah kita sendiri. Apakah 
bangsa ini berusaha mempertahankan sistim konvensional yang juga tetap tidak 
bisa dinikmati secara merata semua kesejahteraan yang dihasilkan.

Sebelum FTA berlaku, data BPS juga mencatat sekitar 30% persen rakyat Indonesia 
berada di bawah garis kemiskinan. Tak ada yang tau apakah hal tersebut akan 
bertambah dikarenakan sistim perdagangan bebas. Atau justru sebaliknya akan 
mengurangi jumlah penduduk miskin. Saya tidak berusaha optimis tetapi 
realistis, jika saya berada dalam posisi pemerintah yang berada diantara 
tekanan dunia internasional, dan tuntutan dalam negeri sebaiknya tetap 
melakukan harmonisasi yang tepat namun semua berjalan alami.
Mohon penjelasan dari para ahli yang kompeten dibidangnya mengapa FTA dan 
sistim perdagangan bebas perlu begitu ditakutkan? sebab mekanisme perdagangan 
baru tsb tak secara langsung merubah persendian perekonomian masyarakat. Akan 
tetapi saya tak menutup bahwa pendapat saya benar, tetapi alangkah sombongnya 
kita menolak perubahan yang secara nyata akan terjadi.
Joko Hamdani

024-7060.9694 (flexy)

hope 4 the best n prepare 4 the worst

knowing is nothing without applyinghttp://sejarawan.blogspot.com



--- On Tue, 1/5/10, Faisal Basri <[email protected]> wrote:

From: Faisal Basri <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Kok Pasar Modal
To: [email protected]
Date: Tuesday, January 5, 2010, 1:20 PM






      Jangankan di Indonesia, di New York pun SBY sempatkan ke Wall Sreet. 
Rasanya cuma sekali pasar saham kita tak dibuka di awal tahun oleh SBY. Yang 
sekali itu dibuka oleh JK. Pertanda apa, ya.. Saya sih lihatnya SBY konsisten 
dengan politik pencitraannya.

 

Tabik

Kirim email ke