Salam,
Nama para pahlawan nasional yang besar seperti Sukarno-Hatta, Rss 
Ratulangie ,maupun raja2 seperi Hayam Wuruk,Sisingamangaradja dsb.TIDAK ada 
dikota kecil apalagi desa.Kalau soal Jombang itu,  menurut logika sifatnya bisa 
saja KHUSUS.

Wasalam,
Wal Suparmo

--- Pada Jum, 8/1/10, Erwinthon P. Napitupulu <[email protected]> menulis:


Dari: Erwinthon P. Napitupulu <[email protected]>
Judul: RE: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Syarat menggunakan nama orang sebagai nama 
jalan
Kepada: [email protected], "'Erwinthon P. Napitupulu'" 
<[email protected]>
Tanggal: Jumat, 8 Januari, 2010, 7:13 AM


 



Pak Wal,
Apakah itu ukuran kepantasan penghargaan penuh? Kota itu selalu lebih dari
desa (termasuk lebih arif, lebih inklusif, lebih demokratis)?

Kalau begitu, menurut Anda, di Jombang yang bukan ibukota provinsi kurang
pantas ada Jalan Gus Dur.
Menurut saya, di kota baik (kalau di kota nama jalannya Jl. K. H.
Abdurrahman Wahid, kalau bisa jalan protokol juga bagus. Boleh juga untuk
nama kawasan yg sering dijadikan tempat berdemokrasi) , di desa juga bagus
(namanya Jl. Gus Dur). Salah satu pokoknya adalah itu merupakan prakarsa
masyarakat. Dari bawah, bukan sekadar perintah dari atas.

Orang desa juga perlu "diingatkan" tentang kebesaran Gus Dur (salah satunya
dng nama jalan). Bukan tidak mungkin dari desa akan muncul orang2 yg berjiwa
besar.

Horas!
erwin

Kirim email ke