Logikanya juga, adalah sangat tolol seorang presiden sekaliber Sukarno mau kasih mandat penuh begitu saja kepada orang lain, tanpa sadar bahwa mandat itu bisa dipakai untuk dijadikan senjata makan tuan. Namun, bukankah sudah beredar ula selentingan bahwa waktu itu Sukarno mengeluarkan Supersemar di bawah tekanan (kalau bukan intimidasi dan ancaman) dari 3 jendral AD yang berkunjung ke temptat tinggalnya dengan membawa draft Supersemar itu? Jadi, kalo mau bicara tentang skenario kudeta, maka itu sudah terjadi pada saat dia "dipaksa" menandatangani surat yang intinya adalah penyerahan kekuasaan tertinggi kepada Suharto itu. manneke
--- On Thu, 1/14/10, Adyanto Aditomo <[email protected]> wrote: From: Adyanto Aditomo <[email protected]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Supersemar To: [email protected] Received: Thursday, January 14, 2010, 12:07 AM Bung Syamsu Anwar, Pertanyaan anda itulah yang sampai saat ini masih belum terjawab. Logikanya: Soekarno sebagai pihak yang mengeluarkan Supersemar, memiliki hak untuk mengendalikan Pengemban Supersemar dan meminta pertanggung jawabannya bila Pengemban Supersemar tidak bisa melaksanakannya sesuai mandat yang diberikan. Dalam kenyataannya Supersemar justru digunakan oleh Suharto untuk mengambil alih kekuasaan dari Soekarno, sehingga muncul pertanyaan: Apakah pergantian kekuasaan dari Soekarno ke Suharto berdasarkan Supersemar itu Kudeta atau bukan??? Salam, Adyanto Aditomo
