Bapak.KK, Salam hormat dan salam kenal, Saya Suhaimi tapi saya suka menganggap diri saya gendheng, karena itu silakan saja kalo mo sebut saya Ki Gendheng Suhaimi, sebab saya ini rakyat biasa tapi koq sok peduli dengan hal-hal yang seharusnya menjadi kepedulian dan tanggungjawabnya para petinggi negeri ini.
Btw, setelah membaca postingan Bapak diatas, sebagai rakyat yang gendheng ini saya jadi tau wow... negeri kita ini sesungguhnya memiliki begitu banyak Prof ya Pak...? entah itu dari jalur PT kah maupun jalur non PT alias Riset kek, Litbang kek dll. Logika ke_gendheng_an saya Pak. he he he... kenapa ya Pak...? negeri kita ini koq semangkin memburuk? padahal banyak sekali orang pintarnya. Contoh sederhana saja : Dulu kita sempat mampu swasembada Pangan, e,,,belakangan kita koq malah import beras maning, sampe-sampe ada yang terpaksa makan nasi aking segala. Dulu para tetangga kita yang namanya negara Malaysia, Singapore dan bahkan Australia mana berani ngeledek negara kita ! e ..belakangan negara kita malah mereka ledekin. Mutu penghidupan dan kehidupan rakyat semangkin melorot... Sementara itu Pak. mayoritas bangsa kita ini beragama Islam kan Pak. ? Nah, saya sering dengar ceramah entahkah itu lewat TV, lewat Khotba Jum'at juga melalui TOA Mesjid dan Musholah sering dikatakan salah satu ajaran dasar Islam itu adalah : "Barang siapa yang hari ini Penghidupannya lebih baik dari hari kemaren, maka ia adalah termasuk orang yang beruntung" "Barang siapa yang hari ini Penghidupannya sama saja dengan hari kemaren, maka sungguh ia termasuk orang yang merugi" "Barang siapa yang ini Penghidupannya lebih buruk dari hari kemaren, maka sungguh ia termasuk orang yang terkutuk" Apakah hal itu ada keterkaitanya dengan musibah dan bencana negeri kita ini Pak ? Mohon pencerahannya Bapak..... Wassalam, Ki Gendheng Suhaimi ----- Original Message ----- From: Kusmayanto Kadiman To: [email protected] Sent: Thursday, March 15, 2007 3:18 PM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Info tentang isitilah profesor dan profesor riset Kawan-kawan FPK, Untuk memperkaya pengetahuan kita tentang istilah profesor dan juga profesor riset mari kita kunjungi dan baca Wikipaedia, the free encyclopedia, pada judul professor: http://en.wikipedia.org/wiki/Professor. Disini diuraikan berbagai jenis isitilah profesor yang pernah ada di berbagai institusi pendidikan dan riset. Khusus untuk penjelasan professor riset ada pada halaman 3. Ini saya cuplikkan bagian awalnya: ------------------------------------ The meaning of the word professor (Latin: "one who claims publicly to be an expert") varies. In most English-speaking countries, it refers to a senior academic who holds a departmental chair, generally as head of the department, or a personal chair awarded specifically to that individual. In some countries like in the United States, Canada and India, individuals often use the term professor as a polite form of address for any teacher, lecturer, or researcher employed by a college or university, regardless of rank. In some countries, e.g. Austria, Serbia and Italy, the term also applies to high school teachers. (See differences and main systems below for more information.) Professors are qualified experts who may perform the following: * conduct lectures and seminars in their field of study (i.e., they "profess"), such as the basic fields of science or literature or the applied fields of engineering, music, medicine, law, or business; * perform advanced research in their fields. * provide pro bono community service, including consulting functions (such as advising government and nonprofit organizations); * train young or new academics (graduate students). The balance of these four classic fields of professorial tasks depends heavily on the institution, place (country), and time. For example, professors at highly research-oriented universities in the U.S. and all European universities are promoted primarily on the basis of their research achievements as well as their success in raising money from sources outside the university.
