Waaahhh ................... kedengaran asyik baner .... ya rumahnya kapan2 
boleh dong kami mampir untuk merasakan hutan kecilnya, kalau boleh, karena 
saya suka sekali dengan tanaman yang rimbun2 ......





Mariana Amiruddin <[EMAIL PROTECTED]>
Sent by: [email protected]
03/20/2007 06:45 PM
Please respond to Forum-Pembaca-Kompas

 
        To:     [email protected]
        cc: 
        Subject:        [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Juara Merusak Hutan


Kalau mau lihat hutan mini, silakan main ke rumah saya
di daerah percetakan negara, rumah saya kayak kampung,
bisa buat nongkrong sambil minum teh hangat,
masih ada pohon beringin, pohon timbul, pohon sukun, pohon sawo, pohon
kelapa, pohon mengkudu putih, dan tanaman yang dibiarkan
tumbuh liar, ikan-ikan dibawahnya, dan 6 katak berpasangan.
Kalau hujan mau datang kodok-kodok itu pasti pasti kongres
kasih alaram, trus kita siap-siap angkat jemuran.
Enak kayak di kampung...

Burung-burung liar yang bulunya menyala bagus juga masih
berkeliaran, walaupun banyak anak-anak kecil diajarkan
menyakiti binatang, membawa katapel dan membunuh burung-
burung itu tanpa tujuan, cuma sekedar menguji kegagahan.

Trus di dekat rumah ada pasar, namanya pasar genjing juga
masih ada taman yang tengah-tengahnya ada pohon beringin
gede banget dari jaman belanda.

Dulu waktu om-om saya masih merasakan jaman belanda,
dan mereka bikin buku harian, wuih, di taman genjing
itu penuh pohon dan belukar, dan sekitarnya masih
banyak rawa, semak, dan bunyi jangkrik krik, krik,
oh indah sekali saya membayangkannya.

Wah, kalau samapai ini digusur juga, sedih banget deh,
karena depannya pasar itu udah ada halte busway yang gede banget...
belum lagi hotel-hotel dll. Untung ditengah ada lahan kosong
dan tempat tumbuh satu pohon palm yang tinggiiiiiiiiii banget.

Mas Agus Hamonangan juga tetanggaan sama saya pasti tau hehehe...

Mariana

Kirim email ke