Rekans, kalau mau lihat SISA hutan asli, silahkan main ke rumah saya di dusun Laung, Kecamatan Seberuang, Kab.Kapuas Hulu, Kalbar. Anda tidak perlu keluar rumah untuk mendengarkan kicauan burung liar di pepohonan. Di samping rumah saya masih berdiri beberapa pohon Tengkawang berdiameter lebih dari dua meter. Ada juga pohon Tapang menjulang seakan menggapai langit. Udara bersih tanpa polusi juga dapat dihirup di sana. Di sana kami masih mandi di sungai dengan air yang jernih. Dari sungai itu pula kami mengambil air untuk diminum dan keperluan lainnya. Di sungai ikan-ikan berenang di sela bebatuan bisa dilihat dengan jelas.
Sedikit ke luar dari kampung anda dapat melihat Hutan Rimba.Hutan rimba ini terdapat di daerah bukit yang membentang dari timur ke barat yang melingkungi kampung, seakan menjadi benteng kampung kami. Pohon-pohon raksasa masih terdapat di sana. Pada akhir musim kemarau (sekitar September) anda bisa menyaksikan hutan itu berwarna-warni, merah, kuning, jingga, putih. Itu adalah bunga dari pohon-pohon di hutan itu, yang nanti akan menghasilkan buah untuk makanan hewan di hutan itu. Turun-temurun penduduk kampung memiliki kesepakatan bahwa kami hanya boleh berladang sampai batas kaki bukit. Itu sebabnya juga hutan rimba itu masih berdiri di sana. Sambil bersantai di pondok-pondok ladang anda akan disajikan manisnya tebu untuk melepas dahaga, dan sambil menikmati tebu anda akan mendengar konsert alam. Suara jangkrik dan burung-burung kecil yang berpadu dengan lolongan burung Tajak,Tingang dan Ruai serta ocehan berbagai jenis Monyet dan pekikan Siamang. Tupai dan Pukang menari lincah di dahan, seakan mau pamerkan, bahwa mereka mampu mengalahkan pesona ballet terhebat di dunia. Sesekali di langit biru terdengar deru sayap burung Tingang yang terbang melintas. Atau pada siang hari ketika langit cerah anda bisa menyaksikan pertunjukan udara dari burung elang yang terbang berputar-putar. Lebih dalam lagi anda bisa masuk hutan rimba atau mendaki sebuah bukit bernama bukit Merangat. Di bukit ini anda bisa menyaksikan ribuan jenis anggrek hutan dan "balai Ruai", yaitu tempat burung Ruai (Merak hutan) bermain atau mandi tanah. Lebih jauh masuk ke jantung rimba anda akan menemui sebuah sungai dengan air terjunnya yang sangat indah, disebut Therembus Sunsang. Di sini warna airnya tidak bening, melainkan kemerahan. Di bawah air terjun ini anda bisa mandi sepuasnya, tanpa perlu khawatir airnya terkena polusi. Di antara bebatuan anda bisa menyaksikan ikan lele berenang bebas. Di antara lele itu ada yang berwarna putih, yang dianggap keramat oleh penduduk kampung. Ke arah timur kampung kami terdapat dua buah bukit lagi. Yang lebih kecil di sebut bukit Ngang. Di bukit inilah aslinya dulu kampung kami dengan Rumah Betangnya (Panjang).Nenek moyang kami punya kebiasaan menanam pohon buah-buahan, dan yang paling terkenal adalah durian. Hingga sekarang derah bukit Ngang ini menjadi hutan durian. Di musim durian (Desember-Februari)anda dapat menikmati durian gratis di kampung kami. Di belakang bukit Ngang terdapat bukit Biru yang seakan merupakan kepaladari bukit yang melingkungi kampung kami. Dari jauh bukit biru ini seakan seorang ibu yang sedang berbaring miring, memeluk anaknya, bukit Ngang. Di Bukit biru juga terdapat hutan asli. Di puncak bukit biru ini terdapat sebuah telaga kecil, yang kami sebut telaga bidadari. Dari telaga ini mengalir sungai-sungai kecil, yang sampai di kaki bukit menjadi besar dan mengairi sawah-sawah di kampung kami. Silahkan rekan-rekan berkunjung ke kampung kami. Nikmati minuman kopi asli dari sana. Nikmati juga lempok-lempoknya. Atau masakan ikan gabus atau lele dengan saos tempoyaknya yang dimasak dalam bambu. Berbagai jenis sayuran pakis dan rebung muda juga dapat dinikmati di sana. Dan untuk itu semua anda tidak perlu membelinya. Anda bisa memetik sendiri di hutan dan memasaknya sesuai dengan selera anda. Nikmati aroma khas nasi dari padi yang ditanam di ladang yang wanginya sampai di rumah tetangga.Tentu, semuanya masih bisa dinikmati hari ini, namun tidak tahu 10,20,30 tahun ke depan. Sisa hutan dikampung kami bisa lestari kalau sisa hutan lainnya di Kalimantan dibiarkan lestari. Hutan di daerah yang satu punya kaitan erat dengan hutan di daerah lainnya, karena mereka semuanya memerlukan hujan dan iklim yg sesuai. Kecintaan anda pada hutan dan lingkungan juga akan berpengaruh pada hutan di Kalimantan ini. Dan sebagai balasnya, hutan di Kalimantan dengan caranya sendiri akan memberikan cintanya pada anda. salam Mulyadi --- In [email protected], [EMAIL PROTECTED] wrote: > > Waaahhh ................... kedengaran asyik baner .... ya rumahnya kapan2 > boleh dong kami mampir untuk merasakan hutan kecilnya, kalau boleh, karena > saya suka sekali dengan tanaman yang rimbun2 ...... > > Mariana Amiruddin <[EMAIL PROTECTED]> > Mas Agus Hamonangan juga tetanggaan sama saya pasti tau hehehe... > > Mariana
