Mohon ijin kalau saya agak berbeda.

Apakah benar hutan kita rusak dengan 'kecepatan' yang demikian tinggi, hingga 
menjadi juara?  Berapa kecepatannya? Apakah data itu sudah akurat?  Bagaimana 
metoda pengukurannya?  Jangan-jangan hal ini hanya digembar-gemborkan oleh 
pihak tertentu yang punya kepentingan khusus terhadap Indonesia?  (Indonesia 
ini salah satu negara besar, kaya dan luas lho.....)

Saya pernah 'ngobrol di warung kopi' katanya, sebagian besar data hutan kita 
masih pakai gambar yang dibuat oleh orang Belanda dulu.  Khususnya mengenai 
hutan lindung.  Katanya lagi, kawasan hutan lindung itu sengaja di-plot, 
'ditandai' oleh mereka kalau kelak datang kembali ke Indonesia.

Faktanya, memang di area hutang lindung itulah kita sering menemukan sumber 
daya alam (energi dan mineral) yang potensial.  Saya punya beberapa data 
tentang hal itu.  Apakah tidak mungkin, ada pihak-pihak (negara) yang kuatir 
bahwa Indonesia akan maju berkat dari kekayaan alamnya sendiri?  Banyak lho, 
LSM (dalam dan luar negeri, non profit) yang didanai khusus untuk memantau 
pemanfaatan alam Indonesia.  Beberapa teman saya - orang lokal - pun kerja di 
sana.  Atas nama pelestarian lingkungan, mereka masuk ke daerah-daerah 
potensial di Indonesia.  Selain itu, mereka pun disinyalir mempunyai akses 
khusus ke pembuat kebijakan terkait dengan hal ini.   Ah, mudah-mudahan saya 
ndak sepenuhnya benar....


Rgds / Tedy


To: [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED]: Tue, 20 Mar 2007 09:34:19 
+0000Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Juara Merusak Hutan - Negara Pelaku 
"Holocust" Ekologi




Dear Mas Stephanus or Mulyadi....Uraian Mas mengenai "holocust" ini adalah 
uraian yang "terindah"dan paling mengena buat saya. Sementara yang lain sibuk 
melihat kebelakang, uraian ini mampu melihat sisi yang lain untuk 
kedepannya.Buat saya pribadi bukan mengecilkan apa yang telah terjadi ke 
belakang bukan sama sekali bukan...kita tidak akan pernah ada tanpa sejarah, 
itu saya yakini betul. Hanya saja yang perlu kita ingat, kita tidak akan pernah 
bisa merubah sejarah, baik itu kita percaya atau tidak atas kejadian tersebut. 
Dan point yang paling penting, seperti yang Mas sebutkan adalah sejarah itu 
sebuah cermin agar hal yang buruk tidak akan terjadi lagi di masa yang akan 
datang, bagi yang percaya. Bagi yang tidak percaya, semoga hal buruk tersebut 
juga menjadi tolak ukur untuk bertindak kedepannya.Yang penting sekarang 
adalah, apa yang akan kita berikan kepada anak cucu kita?? Apa yang masih bisa 
kita perbaiki minimal kita perkecil kemungkinan terburuk yang akan diterima 
anak cucu kita....Tindakan apa yang sudah kita lakukan sekarang, baik itu 
terhadap tanah, air dan udara yang selama ini kita terima dengan cuma-cuma, 
yang seharusnya kita wariskan secara cuma-cuma pula kepada anak cucu kita. Maaf 
kalau ada yang tidak berkenan.--wenny-----


Kirim email ke