Sebagai wartawan yang dulu sering menulis tentang konflik Timur Tengah, saya 
pikir menarik mencermati sikap RI dalam mendukung Resolusi Dewan Keamanan PBB 
dukungan AS, yang menjatuhkan sanksi terhadap Iran.

Satrio

Senin, 26 Maret 2007  16:11:00

Jakarta-RoL -- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan, pemerintah 
telah melakukan 'blunder' besar karena mendukung perluasan sanksi terhadap Iran 
yang diputuskan Dewan Keamanan PBB di New York, Amerika Serikat, Sabtu (24/3).
"Sikap Indonesia yang ikut menyetujui sanksi terhadap Iran adalah 'blunder' 
besar," kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi, di Jakarta, Senin (26/3).

Akibat sikap itu, kata Hasyim , Indonesia akan dijauhi umat Islam dan bangsa 
lain. Bahkan, bukan tidak mungkin umat Islam Indonesia akan mengambil jarak 
dengan pemerintah.
"Pemerintah harus bertanggungjawab atas sikapnya itu terhadap rakyat Indonesia 
yang mayoritas muslim," kata doktor honoris causa bidang peradaban Islam itu.

Hasyim mengaku kewalahan menerima protes keras dari tokoh dan ulama terkemuka 
dunia akibat sikap Indonesia yang mendukung resolusi 1747 DK PBB tersebut. 
"Saya kewalahan menerima kontak dari ulama-ulama terkemuka dunia yang 
mengungkapkan kekecewaan, kekesalan serta protes keras atas terlibatnya 
Indonesia dalam menyetujui sanksi PBB terhadap Iran karena Indonesia adalah 
negara muslim terbesar di dunia, pelopor Non Blok dan ekponen penting OKI," 
katanya.

Dengan demikian, kata Hasyim, reputasi Indonesia di kalangan negara berkembang 
dan negara Islam telah pupus. Indonesia mungkin mendapat pujian dari Amerika 
Serikat, namun bangsa Indonesia tidak akan menuai keuntungan apa-apa.
"Paling Indonesia hanya dapat pujian kosong. Tidak akan ada hasil kongkret," 
kata pengasuh Pondok Pesantren Mahasiwa Al Hikam, Malang , Jawa Timur, tersebut.

Seharusnya, kata Hasyim, elit politik Indonesia belajar dari sejarah pemimpin 
dunia yang ketika berkuasa menjadi pendukung AS namun tidak mendapat pembelaan 
negara adidaya itu ketika mengalami kejatuhan.
"Marcos, Idi Amin, Duvalier, Nguven Van Theu adalah contohnya. Tak ada di 
antara mereka yang ditolong AS setelah jatuh. Mungkin saja Indonesia nanti juga 
demikian," katanya.
NU konsisten

Hasyim menegaskan, meski pemerintah Indonesia mendukung sanksi terhadap Iran , 
NU tetap konsisten mendukung Iran dan negara-negara lain di Timur Tengah yang 
menjadi korban ketidakadilan.
"NU sikapnya jelas yaitu selalu memperkuat yang benar, bukan membenarkan yang 
kuat. NU melakukan gerakan moral, bukan gerakan kepentingan. Kita semua berdoa 
sukses untuk bangsa Iran , Irak dan Palestina dalam meraih haknya yang sah," 
katanya.

Pada Sabtu lalu, DK PBB menjatuhkan sanksi bagi Iran melalui Resolusi 1747. 
Rancangan resolusi yang dirumuskan Inggris, Prancis, dan Jerman itu disepakati 
secara bulat oleh 15 negara anggota DK PBB, termasuk Indonesia . 

Resolusi itu memperluas sanksi atas Iran yang ditetapkan pada Desember 2006 
dalam Resolusi 1737. Di antara isi Resolusi 1747 adalah larangan secara 
menyeluruh ekspor senjata Iran maupun pembatasan penjualan senjata ke Iran . 

DKB PBB juga membekukan aset milik 28 lembaga atau perorangan yang berhubungan 
dengan program nuklir dan rudal Iran . Iran juga dibatasi untuk memperoleh 
bantuan keuangan.
DK PBB memberi batas waktu 60 hari setelah resolusi agar Iran menghentikan 
program nuklirnya. Jika diabaikan, DK bisa mengambil langkah yang lebih pantas 
berupa sanksi ekonomi, bukan militer. antara
is


 
____________________________________________________________________________________
Bored stiff? Loosen up... 
Download and play hundreds of games for free on Yahoo! Games.
http://games.yahoo.com/games/front


=====================================================
Pojok Milis FPK:

1.Milis FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS
2.Topik bahasan disarankan bersumber dari KOMPAS dan KOMPAS On-Line (KCM)
3.Moderator berhak mengedit/menolak E-mail sebelum diteruskan ke anggota
4.Kontak moderator E-mail: [EMAIL PROTECTED]
5.Untuk bergabung: [EMAIL PROTECTED]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke