Rekan-rekan FPK, Daripada mengurus masalah pro-kontra Pemerintah mendukung sanksi DK PBB terhadap Iran, sebaiknya DPR mengurus masalah kelangkaan LPG dan ancaman kelangkaan BBM kalau krisis nuklir Iran terus memburuk.
Dengan kondisi Indonesia sekarang yang harus impor 60% kebutuhan BBM- nya (baik dalam minyak mentah maupun produk BBM), Indonesia terancam mengalami kelangkaan BBM kalau ketegangan AS+Inggris vs Iran meletus menjadi perang. Jangan gara-gara laptop, kita harus antri beli bensin satu jam di SPBU. Jangan kembali ke Laptop! Best Regards, Rudyanto --- In [email protected], Godlip Pasaribu <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Terlepas dari dukung atau tidak mendukung pengembangan > nuklir Iran, saya mendapat kesan seolah-olah Anggota > DPR mau meluapkan kekesalannya karena tidak jadi dapat > lap top sehingga mereka dalam waktu singkat > menandatangani hak interpelasi terhadap Pemerintah > karena mendukung sanksi DK PBB terhadap Iran. Saya > agak heran kok kalau yang menyangkut luar negeri cepat > sekali dapat dukungan, tetapi yang menyangkut nasib > rakyat kecil seperti beras, bensin, dll. untuk > mendapatkan 13 tanda tangan saja susahnya bukan main > bahkan akhirnya gagal total. Saya melihat anggota DPR > masih lebih banyak yang mengandalkan emosi dan bukan > nalar. Salam. > > --- Kancono W Abdurrasyid <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > > > "To those leaning on the sustaining infinite, to-day is big with blessings." >
