Menurut data AGB Nielsen Media Research, jumlah populasi TV di 10 kota yang mereka survey adalah 42 juta lebih, sementara jumlah penduduk Indonesia adalah 222 juta.
Saya pikir jumlah penonton televisi (terestrial) yang sebenarnya jatuh di atas angka itu. Sementara jumlah penonton TV berlangganan mungkin malah di bawah 1 juta orang. Atau ada yang punya data lain? Helmi http://www.agbnielsen.net/whereweare/dynPage.asp?lang=english&id=322&country=Indonesia --- "/\\/\\ o + u |_ z" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Saya ingin mencoba realistis melihat karakter > penonton (pemirsa) TV. Dalam hal ini saya gak ingin > kita semua terjebak pandangan sempit atas jumlah > pemirsa TV kabel versus TV terrestrial (TV lokal) > > Menurut data nationmaster, tahun 2003 penonton TV > Indonesia itu berjumlah 13,750,000. Sementara tahun > 2006, menurut Warta Ekonomi jumlah TV di Indonesia > sudah mencapai 30.000.000 unit! Sangat fantastis! > > Dari 200.000.000 penduduk Indonesia, hanya > 30.000.000 penonton TV, dari 30.000.000 itu ternyata > pelanggan TV kabel HANYA 1.500.000 pelanggan!! Ini > peningkatan yang baik mengingat pada tahun 2002 cuma > 100.000 pelanggan, kemudian 2005 sebanyak 400.000 > pelanggan. (Data dari Ade Armando - KPI di Warta > Ekonomi) > > Bayangkan jika 1,5jt dilawan dengan 28,5jt penonton > TV non-kabel. Walaupun pertumbuhan hingga 100% pun > (3 - 4 juta) tetap saja masih tidak berbanding. Dari > 28juta penonton TV tersebut, saya yakin sekitar 90% > adalah penonton kelas C dan D. Yang mana selera > programnya masih sekitar : sinertron, infotainment, > religi-mistik, dan kriminal. > > AC Nielsen (lembaga resmi angka rating) jelas > menghitung rating program TV berdasarkan penonton > aktif TV nasional, ya.. TV terrestrial lah yang jadi > samplingnya. > > Jadi, harapan kita semua ttg program TV nasional > yang bermutu nampaknya masih jauh. Semoga saya tidak > pesimis tapi inilah kenyataan yang harus kita > hadapi. > > Salah satu solusi yang mungkin bisa memberikan warna > baru adalah dengan membuat TV program atas dana > pemerintah yang ditayangkan di TV swasta > (non-kabel). Jika dulu kita berfikir TVRI merupakan > corong pemerintah, maka sudah saatnya pemerintah > expand membuat production house yang cuma bikin > program. > > Konsep ini sudah banyak contohnya, misalnya History > Channel, PBS, Discovery Channel, National Geographic > dlsb. Ya mereka memang bukan program TV pemerintah > akan tetapi milik yayasan yang konsepnya membuat > program tanpa perlu membuat station pemancar. > Program bermutu yang banyak dibuat untuk ditayangkan > di TV manapun. > > Salam Nonton TV > Motulz
