Bung Cahyadi ini seperti meluncur aja tulisannya krn tidak direnung-
renung lebih dulu. Anda gampang sekali bicara tentang KEWAJIBAN 
RAKYAT padahal rakyat itu BUKAN suatu lembaga sebab suatu lembaga 
memiliki kewajiban2 dan tugas2 resmi yang melekat secara hukum pada 
lembaga tsb. 

Kewajiban untuk rakyat itu tidak ada, tetapi kewajiban setiap 
anggota masyarakat/ warganegara (sebagai INDIVIDU2 di antara rakyat 
banyak) jelas ada. Jadi kalau satu inidividu/ warga bersalah mencuri 
laptop 21 juta misalnya, hanya individu itu saja (BUKAN si pemimpin 
rakyat) yang secara hukum bisa dinyatakan bersalah dan harus 
dihukum, bukannya menghukum SELURUH (200 JUTA LEBIH) RAKYAT.

Kewajiban2 secara individual setiap warga tak puya kaitan secara 
khusus dengan kasus laptop jadi jangan main samber aja menyalahkan 
rakyat terkait dengan kasus laptop (rakyat mana yang salah dan perlu 
dihukum?).

Kita mengkritik DPR sebagai satu lembaga dan dalam kaitannya dengan 
program pengadaan laptop. Para pimpinan lembaga DPR wajib 
bertanggung jawab, kalau perlu menerima hukuman dari kesalahan yang 
mereka lakukan. Sayangnya DPR bisa bikin berbagai UU yang bukan saja 
bisa menganulir berbagai ancaman hukuman thd anggota2 DPR, tetapi 
bisa juga ... he, he, he.

Salam

--- In [email protected], "Cahyadi Juananda" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Justru itulah yang saya bilang, coba dibaca dulu deh Pak...
> 
> Saya bilang apakah rakyatnya sudah memenuhi kewajibannya seperti 
yang saya sebutkan dibawah.....kalo merasa sudah baru nuntut.
> 
> Btw... Korban lumpur lapindo itu SEBAGIAN BESAR TIDAK PUNYA SURAT 
SERTIFIKAT lho...
> Jadi kalo usulannya mendingan duit itu buat mereka, itu secara 
sosial betul sekali...tapi secara hukum (negara kita negara hukum) 
ya Pemerintah tidak berkewajiban... Orang itu bukan pemilik sah dari 
lahan tersebut kok.
> 
> Saya pernah menulis adanya pencurian air PAM dan LISTRIK besar-
besaran oleh warga perkampungan kumuh, apa Pemerintah tidak tahu hal 
itu? Ya pasti tahulah...,tapi mereka membiarkan juga dan terus 
berkelanjutan hingga sekarang. Kalau Anda tidak percaya, jika nanti 
Anda pulang ke Indonesia, saya akan dengan suka hati menunjukkan 
kriminalitas itu.
> 
> Intinya, Rakyar kecilpun SAMA MALINGNYA dengan DPR yang 
dipilihnya, sami mawon Pak.
> 
> Bicara masalah jangka panjang dan pendek, dari dulu siapa aja 
pemerintahnya pasti dihujat habis habisan...kalo mau sempurna sesuai 
kehendak rakyat yang 200 juta lebih dan kemauannya lain-lain ya 
susah Pak, oleh sebab itulah diterbitkan yang namanya UU, KEPRES, 
dll.
> 
> Salam damai
> Cahyadi


Kirim email ke