justru itulah, saya lagi mencoba melihat dari sisi lainnya Pak.

Kenapa anda bilang "kita harus empati ke rakyat", emang rakyat yang mana yang 
harus diempatiin Pak?

Kalo orang tidak mampu, saya juga orang tidak mampu, tapi tidak ada yang pernah 
mendapatkan empati sama sekali. Tapi ya harus BERJUANG sendiri Pak, bukan 
mengharapkan dan menunggu empati.

Kalau yang dimaksud rakyat yang melanggar hukum, ngapain diempatiin, melanggar 
ya melanggar, besar kecil sama aja.

Masalah pemerintah yang plin plan dan suka ngeles...bukankah rakyatnya 
diuntungkan? Ambil contoh begini, ada seorang yang pas-pasan naik motor 
boncengan dgn 1 istri dan 2 anak, secara hukum salah, tapi disini cukup bayar 
polisi 10000, beres deh perkara. Diluar negeri mana bisa?

Justru menurut saya tidak ada negara yang lebih enak daripada Indonesia, serba 
cincai.

Mungkin logika saya salah Pak, namanya juga anak yang baru belajar melogika, 
maaf yah Pak kalau salah....

Salam
Cahyadi
-----Original Message-----
    From: "Haniwar Syarif"<[EMAIL PROTECTED]>
    Sent: 28/03/07 7:52:21 AM
    To: 
"[email protected]"<[email protected]>
    Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Saya Tidak Setuju Anggota DPR 
Mendapatkan Laptop!
      Masih susah ikuti logika kamu..
    
    Pemerintah bikin aturan... dan pemerintah juga yg harus lakukan law 
    enforcement...
    
    mencuri dilarang... ya tangkap dong pencurinya... bukan malahrakyat disuruh 
    bungkem..
    
    
    Soal listrik.. coba baca Kompas 28 Maret  2007 hal.17 berjudul  ADB : 
    kinerja invrstasi dan ekspor 2007 tertekan .. saya kutipkan sebagian :
    
    "Sebagai contoh , India bisa melelang proyek listrik berskala besar dengan 
    biaya 2.7 sen dollar AS  perkilowat jam ( Kwh) , Indonesia masih pada 
    tingkat harga 4.2 sen dollar AS per kwh.."
    
    itu yg sekarang... sudah dikritik.. yg dulu jaman Mbah.. lebih mahal 
    lagi... jadi siapa pencuri gede nya ????
    
    
    Soal lumpur Lapindo... terserah deh siapa yg punya itu rumah atau tanah.... 
    tapi tolong kembaliin dong mereka kekehidupan sebelum .rumahnya terendam 
    lumpur.... , sedot deh tuh lumpur sampai abis dan stop lumpur nya 
    ngocor..,berikan mrk kehidupan seperti sebelumnya.... kalau nggak mau 
    ngasih ganti rugi...yang pantas...
    
    Punya empati dong... masakan rakyat yg tadinya hidup relatip lumayan.... 
    kini  hidup dalam derita berkepanjangan...
    
    Memang pemerintah senangnya ngeles sih...
    
    Siapa pula yg mau sempurna... kita cuma maunya maju....jangan mandeg atau 
    mundur spt yg terjadi sekarang.., rakyat kecil sama malingnya.... itu 
    barangkali krn guru kencing berdiri ... murid kencing berlari... jadi 
    gurunya dulaun deh  diberi peajaran...
    
    Jangan ekskius terus... abis rakyatnya maling.. jadi sy ,, yg pemimpin nya 
    boleh maling lebih gede lagi...
    
    wah logika yg benar benar bikin pusing saya...
    
    menurut saya pemerintahini akan makin nggak benar .. jika rakyatnya punya 
    logika seperti kamu...
    
    MDG sudah setengah jalan..targetnya mengurnagi jumlah orang miskin..... eh 
    bukannya kemiskinan berkurang  malah bertambah... lalu kalau ditanya 
    kenapa... abis rakyatnya sih malas... begitu kira2   kesimpulan mazhabnya 
    kamu...
    
    Jangan salah lho... kritik juga bisa dianggap sebagai alat utk 
    mengakselerasi kemajuan.. tinggal bagaimana mengahadapi  , menghayati dan 
    terpenting  menanggapinya..
    
    Kritikus itu juga profesi syah.. makanya ada kritikus film.. kritikus 
    buku... dan mengapa tidak kritikus  politik..
    
    Dimana juga penguasa itu diatas... jadi arahkan empatimu pada rakyat...yang 
    ada di bawah..
    
    Salam
    
    Haniwar
    
    Salam
    
    Haniwar
    
    
    
    
    At 10:06 PM 3/27/2007, you wrote:
    
    >Justru itulah yang saya bilang, coba dibaca dulu deh Pak...
    >
    >Saya bilang apakah rakyatnya sudah memenuhi kewajibannya seperti yang saya 
    >sebutkan dibawah.....kalo merasa sudah baru nuntut.
    >
    >Btw... Korban lumpur lapindo itu SEBAGIAN BESAR TIDAK PUNYA SURAT 
    >SERTIFIKAT lho...
    >Jadi kalo usulannya mendingan duit itu buat mereka, itu secara sosial 
    >betul sekali...tapi secara hukum (negara kita negara hukum) ya Pemerintah 
    >tidak berkewajiban... Orang itu bukan pemilik sah dari lahan tersebut kok.
    >
    >Saya pernah menulis adanya pencurian air PAM dan LISTRIK besar-besaran 
    >oleh warga perkampungan kumuh, apa Pemerintah tidak tahu hal itu? Ya pasti 
    >tahulah...,tapi mereka membiarkan juga dan terus berkelanjutan hingga 
    >sekarang. Kalau Anda tidak percaya, jika nanti Anda pulang ke Indonesia, 
    >saya akan dengan suka hati menunjukkan kriminalitas itu.
    >
    >Intinya, Rakyar kecilpun SAMA MALINGNYA dengan DPR yang dipilihnya, sami 
    >mawon Pak.
    >
    >Bicara masalah jangka panjang dan pendek, dari dulu siapa aja 
    >pemerintahnya pasti dihujat habis habisan...kalo mau sempurna sesuai 
    >kehendak rakyat yang 200 juta lebih dan kemauannya lain-lain ya susah Pak, 
    >oleh sebab itulah diterbitkan yang namanya UU, KEPRES, dll.
    >
    >Salam damai
    >Cahyadi
    


        
        
                
___________________________________________________________ 
All new Yahoo! Mail "The new Interface is stunning in its simplicity and ease 
of use." - PC Magazine 
http://uk.docs.yahoo.com/nowyoucan.html

Kirim email ke