Rekan Haniwar...gimana kalau diskusi kedokteran??  Tapi saya jadi nggak 
nyambung....
   
  Kembali ke Lap...eh ke Pertanian...setuju banget kalau tujuannya 
kemakmuran...bukan sekedar substitusi impor...dan setuju banget agar fokusnya 
adalah pemberdayaan petani (pendapatannya, produktivitasnya...dlsb, termasuk 
daya beli masyarakat terhadap produk2 pertanian/perikanan lokal)...
   
  Seperti beberapa waktu yg lalu ada yg protes karena nelayan tidak diberi 
jatah minyak tanah, sehingga nggak mampu melaut...lah ini kan 
terbalik-balik.....khan yg perlu dipikirin adalah bagaimana agar hasil tangkap 
nelayan itu bisa dibeli dengan harga yg layak....sehingga biaya operasionalnya 
secara wajar bisa "klop" dan nggak tekor....artinya mampu beli solar dengan 
harga wajar dan masih dapat untung dari usahanya menangkap ikan....
   
  Itulah sebabnya "mungkin" nggak banyak yg mau bekerja di laut, walaupun 2/3 
wilayah kita ini lautan.....bahkan katanya nenek moyangnya pelaut.  Kalau saja 
ada pulau kita diserobot orang lain....itupun tahunya terlambat....biasanya 
ramainya di Bunderan HI atau jalan2 lainnya....mau nggak ya orang yg suka demo, 
bekerja di laut atau dilahan2 pertanian (Kan katanya negara Agraris)????  
Karena saat ini nelayan kita dan pelaut2nya yach nggak lebih dari 3 jutaan 
lah....orang mendingan berebut jadi anggota parlemen bisa cepat kaya..... 
   
  Ya begitulah, ini memang topik yg tidak terlalu menarik, makanya Bank Pun 
enggan mengucurkan dananya untuk pertanian, perikanan, apalagi industri 
kapal....nya.
   
  Salam
  Kukuh

Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          MM kan magister Manajemen... rasanya sih sah sah aja kalo ada..

soal kurang dapat respons...nya Fakultas Peternakan dan lainnya..

sy jadi ingat mas Kukuh.. mengutip Kompas.. lalu ajak sy buka diskusi ttg 
perbaikan pemasaran hsl pertanian... lalu sy coba buka diskusi disertai 
kata kata.. rasanya pasti nggak ada peminat utk diskusi ini... dan sy benar...

Saya rindu diskusi teknis seperti yg terjadi saat diskusi listrik hasilkan 
listrik .. tapi gayung nggak bersambut.. , oirang pertanian disini entah 
nggak ada entah bisanya mingkem..

Pengalaman sy seandainya pun issue pertanian disambut.. pasti bukan masalah 
pertaniannya tapi.. masalah politiknya.. misal issue ketergantungan 
impor... makanya ketua HKTI seakarang itu jenderal dan yang sebelumnya 
lulusan sipil ITB jago perumahan yang sepertinya merasa perlu punya 
tunggangan utk kepentingan lain diluar memajukan pertanian..

Saya bahkan pernah di bilang oleh seseorang .". apaan tuh ilmu pertanian... 
lha aku tanam mangga aja di halaman rumah numbuh kok.. tanpa belajar pd 
siapa siapa ." .( dan dia mikirnya kalau bikin motor dia nggakbisa )

Jadi dia heran kenapa pertanian yg nggak susah itu nggak maju maju walau 
ada banyak sarjana pertanian..

Padahal sejatinya.. jauh lebih susah berbisnis pertanian drpd bisnis bikin 
sepeda motor misalnya.. Buktinya.. Bank jauh lebih enggan mengucurkan 
kredit ke bidang pertanian... karena banyaknya faktor ketidak pastian.. 
misalnya musim.. hama penyakit..fluktuasi harga dsbnya..

Makanya sy bilang.. slogannya jangan " stop impor beras dong " tapi.." 
tinggikan pendapatan petani... .perbaiki produktivitas petani... perbanyak 
lahan pertanian.."

impor dan ekspor itu .. biasa kok didunia bisnis... yg jadi tujuan harusnya 
kemakmuran.. bukan jangan impor..lha kalau kita nggak impor tapi miskin ya 
buat apa..

Di jaman Mbah dulu.. petani dipaksa tanam beras.. atau tanam tebu.. begitu 
juga dijaman Belanda dengan tanam paksanya... , jadilah pertanian sbg lahan 
bisnis yang jadi kuda tunggangan bukan sumber duit...bagi pelaksananya..

Dan rakyat nya ... cuma bisa memangdang rendah profesi ini.. sampai 
rektornya pun.. katanya malah mau bikin Fak. Kedokteran... oh sedihnya... ( 
sayang aku belum sempat ke Bogor.. nanyain pak Rektor.. apa betul omong 
gitu... kalau iya.. saya mau usul pada alumni IPB utk minta ganti Rektor 
aja deh .., dia disuruh aja ngelamar jd Dekan di Fak kedokteran di 
Universitas lain, )

Salam

Haniwar

At 09:27 PM 3/27/2007, you wrote:

>Saya dengar fakultas peternakan malah sudah mau tutup menyusul 
>rekan-rekannya sesama Fakultas Pertanian di berbagai universitas karena 
>kekurangan mahasiswa.
>Justru itu Flu burung yang menakutkan tidak mendapat respons dari kalangan 
>akademis selain Linus Simanjuntak karena memang pakar burung sudah tidak ada?
>dewasa ini IPB sudah mendirikan jurusan-jurusan yang kurang relevan dengan 
>pertanian_peternakan. seperti MM dan lainnya
>
>Dharma Hutauruk
>
>
>From: Puput
>To: 
><mailto:Forum-Pembaca-Kompas%40yahoogroups.com>[email protected]
> 
>
>Sent: Tuesday, March 27, 2007 3:41 PM
>Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: IPB Jajaki Berdirinya Fakultas Kedokteran
>
>setuju ...
>lebih fokus mencetak tenaga pertanian berikut membekali visi konsisten 
>bekerja di dunia pertanian,
>so ... nggak perlu lagi impor BERAS ....
>
>Ppt


         

 
---------------------------------
Need Mail bonding?
Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke