Berita betul tidaknya soal pemerkosaan massal terjadi ga mo pusing tapi saya paling benci kalo mendenger berita tentang pemerkosaan. Peristiwa kerusuhan Mei 1998 menorehkan luka yang dalam di hati saya, hal ini karena teman2 saya yang Tionghoa itu pada panik dan mengirimkan keluarganya ke luar negeri dengan kondisi uang yang terbatas. Sayangnya dia tidak menghubungi saya waktu itu karena udah pasti keluarga saya akan menolong dia ----- Original Message ----- From: Gregorius Suharsono To: [email protected] Sent: Tuesday, April 03, 2007 3:34 AM Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Kebohongan Perkosaan Masal Mei 1998 Terungkap
Pada kerusuhan Mei 1998, saya sekeluarga dan juga sekelompok kecil keluarga keturunan Tionghoa selamat dari gangguan, penjarahan maupun hal hal lain yang menakutkan . Saya selalu ingat, saat itu bersama sama tetangga saya yang memang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, beramai ramai menjaga tempat tinggal kami. Saat puncak kerusuhan, kami beramai-ramai juga merasa takut dan cemas apalagi didaerah kami di Bekasi Selatan sempat terjadi penjarahan dan pembakaran terhadap Agung Shop ( sekarang Superindo) serta ruko ruko di kali malang. Kebersamaan saat itu yang membuat kami selalu berhubungan baik sampai sekarang. Saya berharap masalah benar tidaknya soal perkosaan masal tidak menjadi polemik yang pada akhirnya dapat memecah belah hubungan baik serta solidaritas yang sudah pernah dan masih berjalan dengan baik antara kelompok di Indonesia. Saya lebih merasa kalau tulisan tersebut bersifat provokasi untuk menimbulkan rasa benci kepada kelompok Tionghoa . Ulah memalsukan cerita untuk keuntungan bisnis imigran, tidaklah berbeda dengan ulah penggelapan dana BLBI . Dilakukan segelintir orang Tionghoa yang hanya perduli dirinya sendiri, yang berakibat fatal untuk yang lain yang tetap/memang tinggal di Indonesia. Mudah-mudahan informasi ini dapat ditanggapi dengan kepala dingin dan tetap dengan solidaritas persatuan untuk semua Terima kasih Gregorius Suharsono
