Salam

Bung Patrick kalau tidak salah anda pernah mengenalkan diri sebagai
seorang mahasiswa HI. Oke saya cuma bingung dengan statement anda.
>  Karena, bila Indonesia menolak atau abstain &
menjadi PEJUANG HATI NURANI, maka eskalasi konflik akan semakin
tinggi etc
>  Mari kita lihat lebih luas!


- Kesimpulan ini anda peroleh dari premis apa ?  Faktanya tidak
ada rekomendasi dari IAEA yang menyatakan bahwa Iran mengembangkan
nuklir untuk persenjataan. IAEA hanya menyatakan belum diperoleh cukup
data untuk suatu rekomendasi. Ahmadinejadpun bukanlah orang bodoh
untuk langsung berkonfrontasi dengan AS cs. Jadi eskalasi konflik yang
mana ? Justru dengan adanya resolusi tersebut membuat AS seolah
mendapat legitimasi untuk memaksakan kemauannya dan mulai menyerang
Iran.
- Kalau mau melihat lebih luas jangan hanya  dari sisi Iran dengan segala
atribut konfrontatif dsb dong, itu berarti melihat dari satu sisi. Lihat juga
AS cs yang agresif terhadap negara2 yang kontra terhadap hegemoninya.
dan selalu memveto rancangan resolusi yang merugikannya.
Logikanya resolusi itu dikeluarkan jika ada rekomendasi dari pihak yang
berkompeten (IAEA) sehingga tidak ada kepentingan tertentu dari suatu
negara dengan memakai label resolusi PBB.
Bagi Indonesia mendukung resolusi tersebut jelas memperlihatkan
dukungan bagi kepentingan AS. Meskipun Indonesia memberikan
catatan pada resolusi tersebut, belum pernah ada bukti empirik kalau
AS pernah memperhatikan suatu prasyarat dalam resolusi. Jika takut
dicap sebagai pendukung Iran karena label kerasnya dan takut karena
tekanan AS, maka abstain adalah seharusnya sikap yang diambil yang
lebih mencerminkan kita punya "hati nurani". Jangan heran jika terjadi
interpelasi, sibuk lagi pemerintah mencari kalimat2  indah dan konsesi2
lain untuk dpr kita.
Mohon maaf jika saya salah

Wasallam



-------Original Message-------

From: Patrick
Date: 04/03/2007 03:36:50 PM
To: [email protected]
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Pro-Kontra Sanksi DK-PBB ke Iran - -> PRO!

Pak Suprijodio,

Saya ingin mengomentari opini Bpk. Saya sangat setuju atas sikap
pemerintah yg menyetujui RESOLUSI 1747. Sikap itu adalah sikap
pragmatis & yg paling rasional utk meredakan ketegangan atas isu
nuklir Iran. Knp? Karena, bila Indonesia menolak atau abstain &
menjadi PEJUANG HATI NURANI, maka eskalasi konflik akan semakin
tinggi. Iran akan merasa mendapat "angin" & semakin menampilkan aksi2
konfliktual vis avis AS & negara Barat lainnya. Tidak mendapat angin
saja, Ahmadinejad sudah sangat amat konfrontatif, apalagi bila ia
mendapat angin???!!!
Jadi, apa artinya menjadi PEJUANG HATI NURANI jika malah MEMBUAT
MASALAH RUMIT MENJADI LEBIH RUMIT!!! Isu nuklir Iran tidak bisa kita
lepaskan dari isu hegemoni AS di Timur-Tengah (baca: konflik
Israel-Palestina & Irak)... Isu nuklir Iran TIDAK BERDIRI SENDIRI!!
Itu yg harus kita pahami bersama...Mari kita lihat lebih luas!

Salam,

Patrick Hutapea

Kirim email ke