Di Kompas hari ini,hal 22 ada berita yang menggembirakan saya, yaitu naiknya ketinggian air di 2 waduk di Jateng karena keberhasilan hujan buatan... Selamat.... sebuah karya penerapan teknologi yang berhasil... apalagi kita pernah membicarakan hal itu disini..
Yang agak membuat aku berkerut kening berita lain ttg " kelangsungan industri dan riset belum berkesinambungan " di hal 13, dikatakan oleh kepala LIPI : Kalangan industri jika menemui kendala tidak pernah datang ke lembaga riset ., maupun perguruan tinggi.. masih ada kendala utk menjaga hubungan industri dan lembaga riset.. lalu dia beri contoh : banyak sekali penelitian utk menghasilkan produk turunan dari minyak kelapa sawit , tapi industri kelapa sawit kita tidak pernah berkembang spt di Malaysia krn pengusaha lebih memilih mengekspor minyajk kelapa sawit mentah. Siapapun yang membaca berita seperti ini.. langsung terkesan bahwa bagi ketua LIPI... yang bersalah adalah pengusaha...dan pihak peneliti sudha sukses berhasil... pendeknya sudah jago lah.. Padahal; apa artinya hasil penelitian yg paling hebat sekalipun jika kemudian tidak diterapkan didunia nyata .. apapun alasannyab ????? Cuma buang duit pemerintah !!!!!,, buang duit rakyat... pemerintah itu nggak punya duit sendiri.. Paling sedikit , teman saya yang UKM sudah dua kali menghubungi lembaga penelitian pemerintah... utk ajak kerjasama dalam menerpakan suatu hasil dr lembaga itu.. dan keduanya meminta biaya .. yang tak tertanggungkan bagi si UKM , apalagi dibanding hasil yang selalu tidak pasti... Bisa nggak sih Menteri Riset.. membuat suatu mekanisme.. sehingga jika hsl penelitian itu dapat diterapkan dan berhasil.. penghargaan yg cukup bernilai sudah akan diperoleh dari negara.., pokoknya hadiah besar, jika hsl penelitian nyata nyata berhasil diterapkan, Negara sendiri pastilah akan beruntung , jika para pengusaha berhasil menertapkan dan memperoleh untung lebih besar, karena pajak yang akan masuk dari pajak keuntungan tentu membesar. Sehingga biaya hadiah itu dpt diperolah dr pertambahan penerimaan pajak, Sementara pengusaha pasti rela berbagi untung, dgn pihak peneliti, jika memang untung dperoleh.. Jangan, belum belum sudah pasang tarif... , padahal belum tentu peneltian yang kata ketua LIPI itiu banyak memang di terima oleh pasar... Atau ingat bimas padi.???. teknologi itu di bagikan gratis.. dan terjadilah peningkatan produksi yg di nikmati seluruh bangsa.. Bagaimana pak KK ?? Sekedar usul.. bukan sok pinter lho.. Salam Haniwar
