Filosofi Permen

Ketika saya mendatangi salah satu supermaket kampung. Supermaket kampung adalah 
istilah untuk supermaket yang ada di kampung. Suasana dan kelengkapan mirip 
dengan supermaket besar dan terkenal, berikut dengan ACnya. Barang yang ada di 
rak bak supermaket yahud.
 Setelah memilih barang dan mengangkutnya dalam keranjang warna merah, aku 
datangi kasir untuk membayar. “Semua 11.050 mas,” kata seorang kasir yang 
mengenakan seragam warna biru dengan logo dan tulisan supermaket tersebut ramah.
 Aku menyodorkan uang 5.000 tiga lembar. Tak lama berselang kasir itu 
memberikan kembalian tiga lembar uang seribuan, satu buah logam lima ratusan, 
empat butir seratusan dan sebungkus permen kopi berwarna gelap.
 Seharusnya uang kembalian itu bukan permen tapi uang lima puluh rupiah. Entah 
kenapa kok uang receh digantikan oleh permen kopi. Aneh? tidak terlalu aneh 
sih. Hanya saja yang aneh adalah permen tidak ada dalam tataran alat tukar. 
Entah sejak kapan permen berubah menjadi alat tukar, gak jelas sejarahnya. 
 Kelihatan permen begitu ringkas dan gampang dibeli dan didapatkan ketimbang 
dengan uang receh lima puluhan. Kemungkinan kasir atau pemilik supermaket 
kampung itu enggan ngantri di bank hanya untuk menukarkan uang receh jadi 
seenaknya sendiri menggantikan uang receh dengan permen sebagai kembalian.
 Uang ya uang, permen ya permen. Jika permen bisa berperan sebagai uang maka 
aku bisa mengumpulkan sepuluh permen untuk mendapatkan satu batang rokok atau 
aku mengumpulkan seratus permen untuk ongkos naik angkot pergi-pulang. 
Bayangkan apa yang terjadi bila naik angkot kemudian dibayar dengan permen. 
Pasti mukanya bakal merah dan langsung mencaci maki ngalor ngidul. “Kalau gak 
punya uang jangan naik angkot.” beginilah kira-kira kata-kata yang akan keluar 
dari bibirnya.
 Kemudian aku pasti akan bergumam “jangan salahkan aku, salahkanlah kasir yang 
memberiku permen sebagai pengganti uang kembalian.” hehehe…

==
Steven Lenakoly
Stevenlenakoly.wordpress.com
08175010651


 
---------------------------------
It's here! Your new message!
Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke