Aduh, melihat arogansi salah satu dosen senior mengusir dosen yang mengungkap 
"aib" dari kelas, memang menunjukkan ketak beradaban di IPDN memang didesain 
seperti oleh oleh pengelolanya.

wass,
Triyatni
  ----- Original Message ----- 
  From: gedehc 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, April 04, 2007 9:51 PM
  Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] IPDN atawa "IPDN?"


  Kemarin saya ke Sumedang. Tepat di jalan depan kampus IPDN, rekan saya
  nyeletuk. Katanya," IPDN itu kan Institut Perguruan Djotos Nasional". 

  Mendengarnya, saya menghela napas. Memang, sudah berkali-kali kejadian
  buruk menimpa kampus pencetak (kayak buku aja, ya) calon pegawai
  negeri itu. Dulu, denger-denger, mereka menjadi camat. Lalu
  akhir-akhir ini kudengar mereka menjadi lurah. 

  Turun pangkatkah? Entahlah... Yang pasti kalau ke lurah pastilah
  turun, tak mungkin naik. Kecuali kalau sudah berada di dasar lurah,
  kalau mau ke atas, tentu saja harus naik tebingnya. 

  Gede H. Cahyana

  . 
   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke