Salam

Sekedar info saja.

Memang sekarang untuk stok uang logam pecahan 50 atau 100 sulit
sekali di dapat, sekalipun oleh kalangan perbankan. Pihak BI pun
kayaknya juga berpikir ulang untuk pengadaanya, soalnya sekarang
nilai intrinsik pecahan tersebut lebih tinggi daripada nilai nominalnya.
Bahkan di masyarakat sudah bukan rahasia lagi banyak pengumpul
uang logam tersebut dan menjualnya dalam bentuk logam leburan.
Biaya pengumumpulan +/- 10 jt bisa laku +/- 12 jt an.
Tekanan hidup memang bisa menghasilkan ide yang cerdas. :-)

Wasallam

-------Original Message-------

From: Yuliati Soebeno
Date: 04/10/2007 04:50:33 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] paragrap selingan

Hee..hee..hee...ide yang bagus juga.
Emang aneh di Indonesia ini, masak mau jualan kok enggak menyiapkan uang-uang 
receh untuk kembalian? Dimanapun diluar negri enggak ada uang kembalian-nya 
diganti dengan permen. Walaupun itu hanya satu penny (in pound sterling) atau 
satu "cent" di Amrik, selalu kembalian diberikan dengna benar. Dan mereka 
selalu siap dengan uang-uang receh kembalian dan tidak akan menggantikan nya 
dengan permen atau barang lain apapun.

Anehnya jika kita memberikan uang yang pas, dengan recehan dua puluh lima 
rupiah dan lima puluh rupiah, para kasir nya kurang begitu senang (agak 
merengut). Tetapi mereka tidak merasa bersalah jika mengembalikan uang diganti 
dengan permen!
Padahal kita kan membayar dengan satuan uang yang "syah", bukan uang palsu atau 
uang (currency) dari negara lain?! Tapi kok enggak senang karena kita bisa 
membayar dengan uang pas.
Bukan karena saya berbuat "pelit" tetapi saya ingin melihat reaksi para kasir 
jika kita punya uang yang pas, karena sudah berkali-kali dapat permen yang 
akhirnya saya buang saja (karena ongkos ke "dentist" nya lebih mahalan). 
Ternyata mereka kurang senang.

Salam,
Yuli

Kirim email ke