http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0704/11/metro/3443989.htm
===========================

Jakarta, Kompas - Hasil survei Lembaga Survei Indonesia menunjukkan 
calon gubernur Fauzi Bowo masih lebih diunggulkan dibandingkan dengan 
pesaingnya, Adang Daradjatun. 

Tidak terpengaruhnya para pemilih terhadap isu kegagalan pemerintah 
dalam pembangunan menyebabkan keunggulan Fauzi mencapai 48,9 persen 
dari total responden. 

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Sayiful Mujani 
mengungkapkan hal itu, Selasa (10/4), di Jakarta Pusat. Menurut 
Syaiful, Adang Daradjatun hanya dipilih oleh 28,4 persen responden 
dan 22,7 persen lainnya belum menentukan pilihan. 

Sementara itu, Direktur Eksekutif Soegeng Soerjadi Syndicate, Sukardi 
Rinakit, mengatakan, secara rasional, keunggulan Fauzi dianggap aneh 
karena wakil gubernur itu merupakan bagian dari pemerintah yang gagal 
mengatasi banjir, kemacetan, dan mengurangi pengangguran. 

Tidak berpengaruhnya isu kegagalan pembangunan, kata Sukardi, 
disebabkan masyarakat Jakarta lebih mementingkan nilai-nilai publik 
yang sekuler. Nilai-nilai sekuler itu dikhawatirkan akan terganggu 
jika Adang, yang diusung PKS yang berbasis Islam, menang dalam 
pilkada. 

Selain itu, kata Sukardi, keunggulan Fauzi juga lebih dipengaruhi 
dukungan belasan partai politik yang mampu meraih 55 persen suara 
pada Pemilu 2004. 

Di Jakarta, dukungan partai itu cukup efektif untuk mendongkrak 
dukungan pemilih karena ada komunikasi politik yang intens antara 
partai dan massa mereka. Di sisi lain, Adang hanya diusung PKS yang 
hanya meraih 24 persen suara dalam pemilu. Apalagi, wakil gubernur 
yang mendampingi Adang adalah Dani Anwar yang hanya terkenal di 
kalangan PKS. 

Namun, kata Sukardi, PKS masih memiliki kesempatan jika mampu 
mengubah isu ideologis menjadi isu pragmatis kegagalan pembangunan. 
(eca/mzw) 



Kirim email ke