Dear, Sepakat. Dalam catatan, pak Harto, dengan tim ekonominya, membuat ekonomi juga rapuh (Coen Husein Pontoh, www.Indoprogress.blogspot.com).
Salam hangat Mariana Amiruddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Apakah itu berarti setimpal dengan kekerasan terselubung jaman rezim soeharto dengan intelegen yang luar biasa membabat habis masyarakat yang vokal? Apakah tidak dilihat bahwa hutang piutang yang dilakukan rezim Soeharto sampai sekarang harus dibayar oleh anak cucu kita? Apakah itu setimpal dengan kekayaan yang bertumpuk-tumpuk menggila yang padahal dari kekayaan beliau itu bisa untuk agenda pengentasan kemiskinan saat ini? Apakah itu setimpal dengan pembangunan mental yang sekarang banyak melanda masyarakat kita "Asal Bapak senang" dan kebudayaan korupsi yang mengakar dari generasi ke generasi? Apakah itu setimpal dengan kerusakan alam, pembabatan hutan, pembangunan yang tidak peduli pada keseimbangan alam dan banjir maut yang sekarang merajalela? Terakhir, apakah kita tidak cukup mengerti ketika melihat IPDN sebagai sebuah "releksi rezim Suharto?" Ketika kekerasan sebuah rezim belum seluruhnya terungkap apalagi di sosialisasi, maka kebaikan-kebaikan itu menjadi semu. Mariana
