Mas Totot,
   
  Hehehe..emang benar sich...kita harus membenahi system transportasi di 
Indonesia, karena kan masyarakat Indonesia sendiri yang akan terkena dampaknya 
jika pemerintahan kita gak bekerja secara benar. Bukan karena kita ingin dipuji 
dari Amrik.
   
  "Pepesan Kosong" sich banyak di "masak" di Amrik, mas Totot, salah satunya ya 
itu WMD (Weapon of Mass Distructions) yang digembar gemborkan bahwa Iraq 
memilikinya, ternyata "pepesan" nya kosong. 
  Kedua "Good Governance" yang digembar gemborkan oleh si Paul W, yang Njawani, 
ternyata juga kosong. Buktinya dia sendiri melakukan hal-hal yang tidak membawa 
"image" World Bank menjadi bagus.
   
  Salam,
  Yuli
   
  Totot <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Mbak Yuli, sabar ya mbak, Amerika kan emang gitu, hehehehe

Saya sih berpikirnya positif aja, berarti ada yg sangat2 salah dalam
penerbangan kita shg AS sampai2 menghimbau spt itu.
Nah, ini yg harus kita benahi dan buktikan kepada dunia, bahwa
omongan AS itu cuma pepesan kosong....benahi penerbangan kita,
buktikan bahwa tidak benar spt itu...

Saya lihat tetep banyak tuh warga asing yg dgn cueknya terbang
dari kota ke kota dgn pesawat kita pas mrk ada disini, walau byk
kecelakaan terjadi. Ini juga satu bukti bahwa tdk semua warning
dari AS itu multak dilakukan atau dipatuhi, walau saya tidak tahu
mereka ini warga AS atau bukan, hehehehehe...

Yang jelas, mari kita sama2 benahi dan awasi, sejauh mana
penerbangan kita memperlakukan faktor keamanan dan keselamatan
sbg hal yg paling utama dalam dunia transportasi.

salam,
totot

Kirim email ke