Mas Utomo, Saya asumsikan anda sedang menanggapi Mas Patrick soal kepemilikan senjata di dalam negeri AS. Jadi saya nimbrung dari sudut itu saja.
Senjata untuk perang berbeda dengan senjata yang diperjualbelikan bebas di AS. Anda tidak akan bisa seenaknya beli M-16 atau Howitzer di toko-toko senjata. Yang dijual bebas itu adalah senjata genggam atau senapan laras panjang. Senapan otomatis (yang bunyinya ret-tet- tet-tet itu) tidak dijual untuk umum. Kedua, pasarnya juga berbeda. Senjata perang (senapan mesin dan keluarganya) dijual ke angkatan bersenjata. Sementara senjata "biasa" dijual ke warganegara biasa juga, biasanya senjata berburu atau pistol semi-otomatis. Kalau ada jenderal di AS yang suka perang, ya mungkin bagus untuk industri senjata perang, tapi tidak banyak pengaruhnya ke penjualan senjata di dalam negeri AS. Terakhir, masalah pemakaian senjata di AS ini bukan cuma masalah presidennya maunya apa. Hak warganegara AS memegang senjata dijamin oleh konstitusinya. Jadi walaupun presidennya tidak suka senjata, dia tidak bisa seenaknya mengubah UUD. Andi --- In [email protected], "Tunjung Utomo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > INDUSTRI SENJATA AS = INDUSTRI ROKOK INDONESIA?? > > Saya coba mengambil angle yang berbeda, dengan menarik sisi yang sejenis > dengan yang berlaku di negara kita. > > Saya melihat pemberlakuan pelarangan atau pengontrolan ketat kepemilikan > senjata api di USA sama seperti kampanye pemberlakuan larangan merokok di > tempat-tempat umum di Indonesia. Sama-sama susah!. Karena di dua negara ini > dua industri tersebut (senjata api dan rokok) menempati urutan- urutan > pertama penyumbang pajak dan lapangan kerja terbesar bagi negara pantes aja > kalau lobby-lobby mereka begitu kuat. > > Lebih jauh lagi, di USA sejak jaman perang Vietnam telah banyak pengamat > yang mencoba menelisik andil industri-industri senjata terhadap sikap USA > dalam memandang konflik-konflik bersenjata di dunia. Film "JFK" besutan > sutradara Oliver Stone dan dibintangi Kevin Costner sempat menimbulkan > kontroversi ketika dirilis pada tahun 1991 karena alur ceritanya yang > menafsirkan pembunuhan JFK pada tahun 1963 adalah hasil konspirasi antara > Jendral-jendral hawkish yang ortodoks dengan pentolan-pentolan industri > senjata dan direstui oleh Wakil Presiden yang juga dikenal hawkish Lyndon B. > Johnsonm, untuk memuluskan rencana membawa konflik Vietnam jadi kancah > perang terbuka. Siapa yang diuntungkan, selain para jendral yang tidak suka > kebijakan JFK yang pro-perdamaian dan pro-nonproliferasi nuklir, juga tentu > saja bos-bos pabrik persenjataan yang langsung menangguk kontrak puluhan > juta dollar akibat kebijakan perang tersebut. Nah melihat sejarah tersebut > tentu bukan sesuatu yang aneh bila saat ini begitu susah untuk melakukan > kontrol kepemilikan senjata api apalagi pelarangan kepemilikan. > > Nah sekarang mari kita telisik andil industri rokok dalam sulitnya penerapan > dan kampanye kebijakan-kebijakan anti rokok. Disaat ajang Formula 1 dan > MotoGP saja terancam kehilangan setengah dari sponsorship mereka akibat > pelarangan pemasangan iklan rokok dan produk rokok di negara- negara tuan > rumah GP, di Indonesia produk-produk rokok justru tampil mentereng menggaet > acara-acara olahraga terbesar, acara-acara yang seharusnya justru > mengkampanyekan pentingnya kesehatan dan betapa kesehatan sangat berlawanan > dengan rokok=). Dapat pula kita telisik beberapa grup perusahaan rokok > adalah jua pemilik saham di beberapa konglomerasi industri layanan > kesehatan, apalagi dengan undang-undang anti trust anti monopoli usaha yang > belum matang bahkan tidak bergigi sama sekali di negara kita, jadi bila > jumlah penderita penyakit berkaitan dengan rokok meningkat, tentu kita tahu > siapa yang akan menangguk keuntungan juga bukan? > > > On 4/18/07, Patrick <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Pak Andi, > > > > Saya sangat setuju sekali dgn opini Bpk...Ini adalah fenomena > > sejarah terulang kembali...Beberapa tahun lalu, Michael Moore dlm > > film dokumenternya yg berjudul "Bowling for Columbine" telah > > mengupas & menginvestigasi carut-marut kepemilikan senjata api di > > AS...Tp, tetap saja tuh ga ada "gayung bersambut" dari pemerintah > > Opung George W. Bush...Mungkin dia masih bangga dgn predikat 'The > > Wild..Wild West ;-) > > > > Salam, > > > > Patrick Hutapea >
