...memang lebih baik IPDN dibubarkan saja. > --- Hmmm, sebentar... Siapa sih yang diuntungkan dengan perombakan IPDN ini? dan mengapa pak inu seperti 'dipahlawankan'?
Kayaknya, departemen dalam negeri emang sedang diaduk-aduk: mendagrinya 'diistirahatkan',sekarang sekolah calon camat seindonesia ini juga sedang dirombak dengan menggunakan opini publik tentang kekerasan yang berlangsung di dalamnya. Pers [khususnya tivi] dibiarkan menyiarkan berulang-ulang kekerasan [yang itu-itu juga] untuk membangun opini tertentu dari publik tentang lembaga ini, yakni: bubarkan atau rombak IPDN. Emangnya hanya IPDN saja yang ketika MOSPEK menggunakan kekerasan? Rasanya banyak lagi deh... Ditonjolkannya kekerasan di IPDN oleh pers [dan dibiarkan saja oleh pemerintah tanpa ada usaha mencegah] rasanya cuma alasan untuk merombak institusi ini. Tapi, untuk apa? Saya tidak tahu. Apakah ada hubungannya dengan pemulusan program otonomi daerah yang selama ini macet dan tidak jelas? Ah, elite lagi yang bertikai. Kita cuma ribut di riak-riaknya...
