At 09:38 PM 4/24/2007, you wrote: >Utang luar negeri zaman Orla cuma USD 2.5 miliar, tapi itu sebagian >besar utang pemerintah, dan untuk ekonomi berukuran "cuma" USD 5.5 >miliar setahun. Saat ini ekonomi Indonesia berukuran hampir USD 290 >miliar setahun, relatif terhadap utang yang USD 125 miliar. Itupun >setengahnya utang swasta.
Bandingkan dong dengankemampuan asset kita utk membayarnya... begitu minyak nya kita gali dan dimanfatakn dgn benar pastilah USD 2.5 milyar nggak ada artinya/ >Apakah hidup sekarang lebih susah dari zaman Orla? Saya tidak pernah >mengalami hidup zaman Orla, tapi pernah merasakan sakitnya inflasi >75% tahun 1998. Entah bagaimana rasanya inflasi 600% seperti zaman >Orla itu. Saya hidup di zaman itu... , nggak ada yg sakit.. krn kita semua sependeritaan dan penuih dgn harapan krn asset yg masih tinggi... Dan saya bisa hidup dgn baik kok waktu itu , jurang kaya miskin kecil sekali. >Apakah konfrontasi itu kebijakan yang benar? Sayangnya zaman >Presiden Sukarno belum ada pemilihan presiden secara langsung. Kalau >presiden saya sibuk konfrontasi menentang "imperialisme" yang entah >apa hubungannya dengan kesejahteraan rakyat, sementara ekonomi dalam >negeri tengah morat-marit, maka saya juga yakin tidak akan mudah >diapusi dalam pemilu berikut; tidak perlu diajari. kalo sy tetap pilih utk nggak menggadekan asset asset kita.. dan , , lalu morat marit itu apa... , kebanyakan orang tua spt sy yg mengalami masa itu.. merasa.. bhw utk perbandingan sejajar dgn negara negara AAA waktu itu kita nggak tergolong morat marit, sebaliknya dibandingkan denganbanyak negara AA bahkan Afrika.. ya kita morat morat tertutama dgn hasisnya hutan dan minyak kita tanpa manfaat. Kalo mas ,nggak bisa diapusi ya baguslah, tapi peringatan Budhiarto.. cukup tepat utk banyak orang.. Salam Haniwar >Terakhir, Australia dan New Zealand bukan "menganggap Inggris >majikan". Mereka secara resmi di bawah kekuasaan Inggris. Sampai >sekarang Ratu Inggris (lewat Gubernur Jenderalnya) masih berhak >membubarkan pemerintahan di Australia dan New Zealand kalau dia mau >(dan sudah pernah kejadian tahun 1960-an kalau tidak salah). > >Andi
