Logikanya kebalik. Bukan LBH APIKnya yang gagal dong, tapi media yang lebih memilih selebritis. Klien LBH APIK itu banyak sekali dari berbagai kelas dan golongan, masa gara-gara nggak dijepret media karena kebanyakan bukan kalangan selebritis yang dibilang gagal LBH APIK-nya.
Mariana Wednesday, April 25, 2007, 3:33:15 PM, you wrote: > Kalopun masyarakat umum ga tahu bahwa LBH Apik telah melakukan > pendampingan thd perempuan dari kelompok miskin berarti kampanye > dari lembaga itu bisa diakatakan gagal dong..ini mungkin dapat > dijadikan bahan introspeksi buat kawan2 aktivis LBH Apik.. > Deny Sidharta <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Setuju > Mbak Binny, > Nambahin saja, tentunya LBH APIK juga melakukan advokasi terhadap > wanita-wanita lain yang memerlukan bantuannya. Saya percaya bahwa > lebih banyak klien LBH APIK yang merupakan orang biasa daripada selebritis. > Namun bagi media massa pembelaan LBH terhadap orang biasa kurang > menarik untuk ditulis sebagai berita daripada pembelaan LBH terhadap orang > terkenal. > > DS > > > Binny Buchori <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Maaf, saya mau komentar sedikit. Saya tahu banyak tentang LBH > Apik. Maia, > adalah salah satu dari sekian puluh ataau sekian ratus kasus yang sudah > dibela oleh LBH Apik. Klient LBH Apik lebih banyak orang biasa, tidak > dikenal, dari kelompok ekonomi ke bawah, bahkan kalau mau minta bantuan LBH > Apik harus menunjukkan bahwa mereka tidak mampu. Kalau pun LBH Apik > mengambil kasus Maia, itu lebih karena perhitungan strategis, sekaligus > pendidikan untuk publik, salam, binny > > _ > > > > > --------------------------------- > Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell? > Check outnew cars at Yahoo! Autos. > [Non-text portions of this message have been removed] -- Best regards, Mariana mailto:[EMAIL PROTECTED]
