Memang di dalam LSM perempuan, apalagi kalau disini dibilang LBH APIK siapalagi kalau bukan aktivis perempuan? Yaitu orang yang aktivitasnya membela hak-hak perempuan.
"Wah ada yang terbakar dengan tulisan saya", bukan terbakar, tapi terganggu dengan pernyataan yang sok tahun dan berburuk sangka. Kata siapa melayani artis akan ada promosi gratis? Memang funding melirik LSM yang bersanding dengan artis? Funding kebanyakan melihat sepak terjang LSM dan laporan-laporan berikut data-data yang bisa dipertanggungjawabkan. Kalau tidak bisa dipertanggungjawabkan, langsung putus hubungan. Kasus tamara, itu bukan LSM perempuan, tapi disini Anda bicara tentang LBH APIK jadi jangan pukul rata dong. Intervensi LSM malah bikin libet dan memperkeruh suasana konflik? LSM mana dulu yang Anda maksud? Kasus seperti ini misalnya: ada teman saya wartawan SCTV lapor ke saya temannya digebugi suaminya sampai tangannya patah dan sekarang masuk rumah sakit. Lalu wartawan ini minta bantuan ke LSM Perempuan terutama di bidang hukum, saya langsung refer ke LBH APIK karena khusus ke pendampingan hukum, serta Mitra Perempuan. Jurnal Perempuan sendiri meliput peristiwa-peristiwa kekerasan yang dialami perempuan dan bagaimana tindakan kita. Ini perlu intervensi toh? Disampiang karena ada pengaduan. Banyak orang malah lebih percaya LSM daripada polisi. SUpir taksi Blue Bird yang sering bolak-balik ke kantor saya juga mengatakan itu, serting membawa penumpang perempuan korban kekerasan KDRT, lalu dia lebih tertarik mengadukan hal ini ke LSM Perempuan, karena tidak tahan melihat wajah penumpangnya babak belur. Artinya apa? Semua orang harus peduli pada masalah kekerasan, apakah itu artis ataupun siapalah. Kebetulan ini Maia dan Dhani, artis ngetop. Banyak pasangan seperti ini di masyarakat kita. Ingat loh, kalau Anda tinggal di Indonesia dan merasa warga negara Indonesia, seharusnya Anda paham bahwa setiap individu berhak untuk menyelesaikan persoalan melalui jalur hukum apakah itu domestik maupun publik, karena negara memiliki perangkat hukum dan melindungi warga negara yang menjadi korban serta menghukum yang bersalah. Jadi sebenarnya pendampingan hukum atau apapun itu adalah hak masyarakat. Mungkin Anda ini korban infotaiment, padahal mungkin juga Maia dan Dhani nggak gitu-gitu amat, mereka sama dengan orang biasa kalau ada masalah ya diselesaikan bersama, kalau nggak bisa kekeluargaan, ya lewat jalur hukum. Mariana Wednesday, April 25, 2007, 9:17:05 PM, you wrote: > Wah ada yang terbakar dengan tulisan saya...hehehe. Kok jadi aktivis > perempuan yang merasa ketembak. Perasaan saya ngak singled-out aktivis > perempuan di posting pertama. > Ok banyak deh kontribusinya. Selain itu mungkin dengan melayani artis > akan ada promosi gratis. Apalgi infotainment termasuk acara yang > memiliki rating tinggi di Indonesia. Jadi siapa tahu bisa buat nambah > funding dan proyek kan. Semuanya senang.... > Tapi maksud saya begini loh Mbak, > Kadang-kadang intervensi LSM sangat keterlaluan dan di beberapa kasus > - seperti Tamara - malah menyebabkan "trial by LSM". Biasanya para LSM > ini juga ikut beropini yang berat untuk satu pihak dan merugikan pihak > lain, walau kadang kebenarannya masih dalam status "wallahu alam". > Tidak heran kalau dalam banyak praktek, intervensi LSM malah bikin > ribet dan memperkeruh suasana konflik. > Saya sendiri kalau berantem sama istri paling anti ada orang luar > ikut-ikut, termasuk orang tua, apalagi LSM. Ngak tau kalau anda.... > Nah berita terakhir di detik.com, Dhani sudah menggaet Kak Seto. > Semakin salut saya sama orang ini. Insting politiknya tidak kalah > dengan anggota DPR. Maia ada LBH Apik, Dhani ada LSM anak. Biarkan > saja para LSM ini perang sendiri. Hehehe. > Salam,
