apakah dengan membawa ke darat nasib nelayan akan lebih baik? saya rasa 99%
tidak. Saya punya pengalaman saat mengadvokasi kasus reklamasi pantai timur
surabaya. Kasus di situ sama persis dengan reklamasi pantura jakarta dimana
ratusan hektar hutan bakau digusur untuk perumahan mewah. Nelayan di situ
akhirnya terpakasa berpindah profesi menjadi kuli bangunan. Apakah itu layak?
Perlu diingat sekali lagi reklamasi pantura jakarta diperuntukan untuk
pembangunan kawasan komersial dan perumahan mewah orang2 orang kaya.Adilkah
bila sumber-sumber kehidupan nelayan (ekosistem pantai) dihancurkan untuk
kepentingan orang2 kaya?
Menurut saya nelayan pantai utara di jakarta harus diberdayakan tanpa alih
profesi. Artinya upaya penghancuran sumber2 kehidupan nelayan harus segera
dihentikan terlebih dahulu sebelum memeberdayakan mereka menjadi nelayan
'modern'..
kukuh kumara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Minta tolong kalau ada yg bisa bantu, coba di data semenjak adanya
Pemerintahan Indonesia sudah ada berapa banyak program untuk pemberdayaan
nelayan? Ada transmigrasi nelayan, ada mekanisasi, nelayan unggulan, dan
seterusnya....kini di tahun 2000an lihat kehidupan nelayan nya apakah beranjak
lebih baik????
Yg kehidupannya membaik adalah pengelola program buat nelayan???? Dan itu
tidak hanya untuk nelayan Jakarta...tetapi nelayan seluruh Indonesia.
Kalau ada kesempatan memperbaiki nasib didarat bagi nelayan2 itu kenapa
tidak? Janganlah membantu mereka untuk tetap jadi nelayan pantai/tradisionil
yg belum tentu bisa membuat nasib mereka lebih baik.....yg memang hidupnya
didarat sebaiknya tidak usahlah menyarankan agar nelayan harus begini/begitu
kalau belum pernah merasakan benar jadi nelayan....
Salam
Kukuh Kumara