Aneh dengan komentar anda,

Saya pribadi bersyukur akan naiknya kapasitas Bandwith Telkom menjadi
40 Gbps. Rasanya tidak mungkin kita punya jalur/Gateway sendiri
langsung ke Amerika Serikat, biayanya tidak sedikit pak. Hampir semua
kabel bawah laut dibentuk atas Konsorsium, ini juga membuktikan
transfer data yang terbaik tetap dipegang serat optik. Indosat juga terlibat 
dalam konsorsium AAG, saya sih lebih memilih Telkom. Tahu kan Indosat milik 
siapa?

Salam,
AH



--- In [email protected], "Paulus Tanuri"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Gembar gembornya sih bagus.
> Tapi mesti diingat AAG ini baru akan dibangun, dan bukan buat Indonesia
> saja.
> Asia-America Gateway artinya seluruh negara di Asia akan bisa punya
Gateway
> langsung ke pusat internet dunia di America, (Hawaii).
> PT. Telkom boleh gembar-gembor bandwidth Telkom akan meningkat 15 x
lipat.
> Jangan lupa, Negara-negara lainnya juga sama. Dan sebagai contoh kalau
> sekarang Telkom punya 1 gbps, dan singapore punya 10 gbps (beda 9gpbs)
> setelah jalur AAG jadi, Telkom punya 15 gbps dan singapore punya 150gbps
> (bedanya hitung sendiri). Sekali lagi kita tetap ketinggalan.
>
> Kapan sih para pejabat berhenti omong kosong, berbibir madu tapi hatinya
> beracun. Kalau para pejabat sudah murni bekerja untuk rakyat dan negara,
> saat itulah kita baru akan maju.
> Untuk Telkom, hapuskan tuh monopolinya. Maunya gak kerja tapi narik duit
> mulu. Apa bedanya sama Preman Pasar ??
>
>
>
> Regards,
> Paulus T.
>
>
>
> On 4/28/07, Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Oleh AW SUBARKAH
> > http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0704/28/humaniora/3488424.htm
> > ==========================
> >
> > KUALA LUMPUR, KOMPAS - Keputusan memilih menjadi anggota konsorsium
> > Asia-America Gateway merupakan pilihan terbaik PT Telkom, karena
> > melalui konsorsium ini kapasitas bandwidth internasional yang dimiliki
> > Telkom akan meningkat 15 kali lipat.
> >
> > Demikian Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Rinaldi
> > Firmansyah dalam perbincangan dengan wartawan Indonesia di Kuala
> > Lumpur, Malaysia, Jumat (27/4). Telkom merupakan salah satu dari 17
> > perusahaan—termasuk di antaranya Indosat—dari 14 negara di kawasan
> > Asia-Pasifik dan Amerika Serikat (AS) yang bergabung menjadi sebuah
> > konsorsium kabel laut.
> >
> > Penandatanganan kesepakatan dalam konsorsium itu dilakukan di
> > Putrajaya International Convention Centre, Kuala Lumpur. Acara ini
> > dibuka oleh Menteri Energi, Air dan Komunikasi Malaysia Dato Sri Lim
> > Keng Yaik.
> >
> > Pihak Telkom akan mendapatkan bandwidth 40 gigabit per detik (Gbps)
> > pada tahun 2008 mendatang dibandingkan dengan kapasitas sekarang yang
> > hanya 2,4 Gbps. Konsorsium ini akan membangun jaringan kabel laut
> > sepanjang 19.000 kilometer dari kawasan Asia sampai Amerika Serikat
> > melalui Hawaii dengan total kapasitas 1,92 Terabit per detik. "Dengan
> > kapasitas baru nanti, kualitas layanan data dan internet Telkom juga
> > akan disempurnakan. Termasuk dalam hal ini adalah layanan koneksi
> > internet seperti Speedy akan meningkat kecepatannya," kata Rinaldi
> > yang belum lama menggantikan Arwin Rasyid memimpin Telkom.
> >
> > Untuk mendapatkan kapasitas Tier A ini Telkom harus membayar 40 juta
> > dollar AS, di mana untuk membangun jaringan kabel optic baru
> > konsorsium itu butuh dana 500 juta dollar AS.
> >
> > Menurut Eddy Kurnia, Vice President Public and Marketing Communication
> > PT Telkom, Telkom juga akan mengusahakan penambahan kapasitas
> > bandwidth pada link yang akan digunakan untuk menghubungkan Indonesia
> > dengan jaringan Asia- America Gateway (AAG).
> >
> > Selama ini akses dari Indonesia ke jaringan internasional dilakukan
> > melalui link Dumai-Melaka Cable System (DMCS) dengan kapasitas
> > bandwidth 10 Gbps, Thailand-Indonesia-Singapore (TIS) Cable System
> > berkapasitas 10 Gbps, Radio Link Batam-Singapore berkapasitas 4 STM-1,
> > dan Radio Link Batam-Pangerang (Malaysia) 4 STM-1.
> >
> > Jaringan baru yang akan dibangun konsorsium AAG menggunakan
> > persinggahan (landing) di Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam,
> > Thailand, Vietnam, Hongkong, Filipina, Guam, Hawaii, dan daratan
> > Amerika Serikat. Alur jaringan ini berbeda dengan jaringan ke AS yang
> > pernah terganggu dalam musibah gempa bumi di Taiwan beberapa waktu
lalu.
> >
> > Saat ini penetrasi internet di Indonesia masih sangat rendah, hanya
> > 8,1 persen. Meski dari sisi jumlah pengguna internet sebenarnya
> > Indonesia sudah masuk urutan ke-13 terbesar dunia, namun dengan
> > penduduk 221,9 juta jiwa, angka penetrasinya menjadi kecil.
>


Kirim email ke