Kapasitas bandwidth telkom naik, perasaan saya ini antara senang, tapi juga gundah. Senang karena Telkom masih ada usaha untuk menaikkan pelayanannya. Gundah, karena ini tidak menjamin Telkom mau menjual bandwidth dengan harga yang lebih murah kepada Masyarakat.
Untuk diketahui, perbedaan harga bandwidth, antara harga yang dibayar oleh ISP kita kepada pemilik bandwidth di luar negeri dengan harga jual kepada masyarakat kita, bedanya 4 kali lipat ke atas. Bahkan hingga 8 kali lipat. Kalau mau mempertanyakan kemana perginya selisih harga yang begitu besar. Tanyakan kepada Telkom dan Indosat berapa harga pajak preman yang mereka minta dari para ISP swasta lainnya. Dengan dalih mengatur persaingan yang sehat, kita semua tahu siapa yang mengatur harga jual ? Indosat sebagian besar sudah dijual kepada Singapura. Tapi coba saja dicek kepada siapa para ISP local kita diharuskan membeli bandwidth. Seandainya saja Telkom tidak penuh dengan korupsi (yang selalu disangkal)), dan seandainya kekuatan Monopoli yang dimilikinya digunakan benar-benar untuk memajukan rakyat, seharusnya bandwidth 40gbps sudah bisa dimiliki bertahun-tahun yang lalu. Dan para pelayar di sekolah-sekolah Negri sudah menikmati koneksi Internet yang memadai untuk mendukung pendidikan mereka. Kalau Telkom dan Indosat tidak saling berebut jatah korupsi, mereka seharusnya bisa menjadi perusahaan telekomunikasi yang diperhitungkan di Asia. Tapi seperti yang kita lihat, toh akhirnya negara tidak bisa mempertahankan Indosat. Namun walaupun sebagian saham Indosat sudah milik asing, bagaimana dengan kuasanya ? yang dulu dikenal dengan Duopoli Telkom-Indosat. Kok rasanya sampai sekarang masih ada yah. Jadi Pak Agus, atas berita itu, jujur saja, saya sungguh tidak tahu bagaimana harus bersikap lagi. Di satu sisi saya senang Telkom milik negara ini bertambah kapasitas pelayanannya. Di sisi lain, saya sudah hampir putus asa melihat sepak terjang Telkom sekian lama ini. Telkom dan Indosat bersaing, dalam hati saya berharap BUMN Indonesia bisa menunjukkan gigi. Tapi dengan kemampuannya sekarang sanggupkah dia ? dengan korupsinya relakah kita ? Dengan kinerjanya yang seperti ini, akan bertambah majukah negeriku ? Saya sungguh berharap agar Telkom dan BUMN lain bisa membersihkan diri. Regards, Paulus T. On 4/30/07, Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Aneh dengan komentar anda, > > Saya pribadi bersyukur akan naiknya kapasitas Bandwith Telkom menjadi > 40 Gbps. Rasanya tidak mungkin kita punya jalur/Gateway sendiri > langsung ke Amerika Serikat, biayanya tidak sedikit pak. Hampir semua > kabel bawah laut dibentuk atas Konsorsium, ini juga membuktikan > transfer data yang terbaik tetap dipegang serat optik. Indosat juga > terlibat dalam konsorsium AAG, saya sih lebih memilih Telkom. Tahu kan > Indosat milik siapa? > > Salam, > AH > [Non-text portions of this message have been removed]
