Memang saat ini biaya hidup minimal di yogya mungkin kisaran 500 ribu ya pak 
Halim, tapi yang saya beri contoh adalah tahun tujuh puluhan (sekitar 70 
s.d.78) dan itu adalah fakta karena saya sendiri sebagai pelaku kejar ilmu di 
yogya saat itu.........tapi sudah tentu saat itu juga mahasiswa luar daerah 
yang punya budget jutaan cukup banyak, dan yang jelas baru handy talky yang 
dibanggakan oleh mahasiswa tergolong the have.
   
  Dan saya juga tidak yakin dengan usulan bajakan kalau posting saya terdahulu 
disebut sebagai usulan melakukan pembajakan apabila diterapkan saat ini, karena 
yang namanya murah menjadi relatif pada situasi kesenjangan ekonomi (antara 
punya dan tidak punya) dinegara kita saat ini.
   
  salam,
  csd

halim hd <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          pertama, saya tidak yakin untuk biaya hidup di yogya
bisa sebesar 150 ribu (sebulan?). 
kedua, hampir semua mhs memiliki hape. jika mereka
bisa membeli pulsa seratus ribu lebih, kenapa pula
tidak bisa membeli buku barang sebuah sebulannya.
ketiga, pemerintah sebagai pengelola negara terlalu
banyak membebankan pajak kepada penerbit. hal itu
pernah diprotes naun nampaknya tak digubris. sangat
menarik dengan india, filipina, juga taiwan, yang
banyak membebaskan pajak untuk penerbitan. juga untuk
india dan filipina, buku dicetak dengan sederhana,
yang paling penting bisa dijangkau.
keempat, semestinya seperti juga tuntutan kepada
anggaran pendidikan yang 20% dari apbn, dengan
demikian perpustakaan publik bisa dikembangkan. hal
ini perlu kita tekankan benar. saya pernah menulis di
forum ini dan tulisan itu berdasarkan penglihatan
saya: betapa mewahnya dan besarnya biaya rumah dinas
gubernur dan walkot, sementara perpustakaan kota dan
wilayah tak berkembang.
halim hd.

Kirim email ke