Setuju, bung Patrick.

Sebenarnya kalau kita mau dan bisa belajar dari Bollywood, Sinetron 
Indonesia-pun dapat dijadikan komoditi ekspor non-migas :P, minimal ke Timor 
Leste.
Apalagi "major PH" di Indonesia, mayoritas dipimpin oleh Punjabi bersaudara, 
jadi mudah aksesnya ke Bollywood.

Khusus untuk film layar lebar, mengenai tema, para sineas muda kita cukup kaya 
dengan issue yang hangat seperti Poligami ("Berbagi Suami"), terorisme, budaya 
lokal ("Mendadak Dangdut") dll. Jadi tidak hanya romantika pacaran anak SMU, 
klenik-mistik, perebutan harta warisan  dan sejenisnya yang biasa kita tonton 
sampai "mbelenger" di layar teve setiap hari. 

Salam.


----- Original Message ----
From: Patrick <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, May 11, 2007 1:54:45 AM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Budaya, musik, sinetron Indonesia tetap 
"menguasai" Timor Leste

Pak John,

Saya hanya mencoba menambahkan, selain "borderless world", ihwal
"global village" dan ide kosmopolitan (world citizen) juga semakin nyata..
Semuanya sekarang semakin saling terkait (interconnected) dan
bergantung (interdependent) ...Termasuk sinetron Indonesia yg melintasi
batas negara...

Salam,

Patrick Hutapea

Kirim email ke