Pak Manneke; colekannya salah tempat. Yang saya bantah kemaren adalah kuas besar yang bilang MASYARAKAT INDONESIA menjadikan perempuan sebagai target; sebagaimana argumennya Ariel Heryanto. Saya sebagai orang yang dituduh tentu tidak terima. Sebaliknya, berita di bawah malah menguatkan argumen saya.
Yang dibahas satu pihak soal polisi yang melecehkan perempuan. Tapi Anda lupa mengangkat bahwa para wartawan di situ beramai-ramai membela korbannya, bahwa polisi militer langsung menanggapi akan mencari pelakunya, bahwa anggota milis ini beramai-ramai menyatakan dukungan dan simpati kepada korban. Begitukah tanggapan masyarakat yang murka maskulin? Dalam masyarakat yang sudah "murka maskulin" versi Anda itu hal yang lebih buruk bisa terjadi. Para wartawan bisa saja mengacuhkan pengaduan si korban. Polisi militer bisa saja malah membela si pelaku. Anggota milis ini bisa saja mengacuhkan berita di atas. Tapi itu tidak terjadi kan? Siapa yang sekarang sedang berimajinasi? Andi --- In [email protected], manneke budiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Satu lagi bukti bahwa institusi negara berseragam dan bersenjata memang punya kecenderungan menjadikan perempuan sebagai targetnya. Namun, kata Si Andi, tak ada tuh kejadian kaya gini di negeri ini. Ini cuma imajinasi aja... > > manneke > > lanogan ginting <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Pertanyaannya adalah mengapa polisi tersebut berani melakukan hal tersebut di lingkungan kantor polisi ? > Jawabannya mungkin hal tersebut sudah tidak aneh atau sudah biasa terjadi dilakukan oleh polisi-polisi lain, dan mereka saling melindungi. Kecuali kalau si korban berani buka mulut dan sudah jadi berita maka demi nama baik polisi, maka komandan akan mencari palaku dan meghukumnya ( dengan catatan tidak ada lagi jalan untuk menyelamatkan si pelaku ). > Saya yakin salah satu masalah republik ini adalah karena di atur oleh orang-orang yang isi kepalanya sejengkal di bawah puser!! > Apa sih yg bisa kita harapkan dari orang yg isi kepalanya sejengkal di bawah puser!!!!!???? > Percuma memberi saran! Percuma mengeritik! Percuma ngedumel! > Kalau boleh meramal, kasus ini akan diam dan dilupakan seiring dengan perjalanan waktu, dan si pelaku akan hahahehe tersenyum. > Tapi mudah-mudahan ramalan saya salah 1100%!!! > Semoga...... > > tabik > nogan > > > Reporter Jalanan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Ada yang tahu siapa MH ini? Maria Hasugian tidak mungkin. Dilihat dari > usianya sptnya MH anak jurnalis baru di Tempo. Rekan-rekan dari Tempo mau > menjelaskan inisial MH... > > Reporter Jalanan > > > > > > --------------------------------- > All new Yahoo! Mail - > --------------------------------- > Get a sneak peak at messages with a handy reading pane. > > [Non-text portions of this message have been removed] >
