jadi teringat tayangan di salah satu TV swasta.. mengenai rubuhnya mall terbesar di Korsel.. selama 5 th mall tersebut aman2 saja.. Tiba2 rubuh di tengah2 dan amblas ke bawah.
Setelah diperiksa, ternyata banyak sekali yang dilanggar oleh pemilik gedung. Seperti berat total ac yang tidak sesuai dengan kekuatan gedung, pilar2 yang dibuat lebih kecil daripada seharusnya.. ketika tanda awal terjadi, pihak gedung bukan memperbaiki gedung, malah memindahkan lokasi ac yang berada di atap gedung. Akhirnya, seluruh pihak yang terkait dengan pembangunan mall tersebut diperiksa oleh polisi. Bahkan pejabat2 yang menyetujui pembuatan mall tersebut juga pihak2 yang memeriksa gedung mall tersebut yang telah menyatakan bahwa mall tersebut aman. Akankah hal seperti itu terjadi di negara kita tercinta? May...be yes, maybe not... Posted by: "Putra" [EMAIL PROTECTED] englandis2benumber1 Fri May 18, 2007 2:43 pm (PST) Ngomong2 tentang ketahanan konstruksi. Banyak developer di Indonesia lebih mengutamakan COST dan ROI (Return of Investment) daripada SAFETY. Hal semacam ini (mobil terjun bebas) sebenarnya tidak perlu terjadi apabila developer tetap mengutamakan SAFETY. Walaupun sang arsitek sudah mendesain sedemikian rupa dengan segala keamanannya, ujung-ujungnya hasil desain selalu merujuk pada kemauan developer. Hanya karena alasan diatas yang diutamakan (COST dan ROI), maka SAFETY bisa diakali. Termasuk ketika pengecekan oleh Badan Pemerintah yang berwenang, petugasnya pun diakali. Saya mendukung sekali, polisi mempidanakan developer gedung karena telah ceroboh. Andai saja desain konstruksi merujuk pada keamanan akan kondisi/skenario terburuk, niscaya tembok yang ditabrak berkali2 pun dapat tetap menahan mobil yang lepas kendali tersebut. Saya kasih contoh lain yang paling nge-trend mengenai ketahanan konstruksi yang mengutamakan COST dan ROI ketimbang SAFETY, adanya kejadian lumpur lapindo. [Non-text portions of this message have been removed]
